Irjen SafaruddinNewsBalikpapan –
Kepolisian Daerah Kalimantan Timur akan menyelidiki maraknya tambang tambang maut di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Hingga kini tercatat korban tewas tenggelam di lubang bekas tambang sudah mencapai 19 jiwa.
“Terlepas dari bentuk pelanggarannya, pada faktanya sudah banyak korban jiwanya,” kata Kepala Polda Kaltim, Inspektur Jenderal Safaruddin, Kamis (31/12).
Safaruddin mengaku akan mengkaji kembali bentuk pelanggaran pidananya apakah masuk katagori pelanggaran pidana ataukah kelalaian yang berakibat jatuhnya korban. Dia nantinya memerintahkan Polres Samarinda dan Polres Kukar untuk membuka kembali penyelidikan kasus ini.
“Nanti biar ditangani Polres setempat saja, kami akan pantau prosesnya,” paparnya.
Selain itu, Safaruddin juga menyinggung masing masing pemerintah daerah yang jor joran dalam pemberitan izin usaha pertambangan. Saat ini sudah terbukti adanya lubang tambang menjadi permasalahan baru bagi masyarakat setempat.
Lubang bekas tambang batu bara di Kukar untuk kesekian kalinya makan korban jiwa. Kali ini korbannya adalah Dewi Ratna Pratiwi usia 9 tahun yang ditemukan sudah membujur kaku tenggelam di dasar lubang bekas tambang yang kini penuh dengan air sedalam hingga 27 meter.
“Putri pasangan Aris Munandar dan Rika Rosita adalah korban yang kesekian kalinya akibat tenggelam di lubang bekas tambang batu bara,” kata Dinamisator Jatam Kaltim, Merah Johansyah, Kamis (31/12).
Merah mengatakan tim SAR berhasil mengevakuasi jasad korban dari dalam lubang ini pada tanggal 30 Desember lalu pukul 19.00 Wita. Lubang ini dulunya merupakan wilayah tambang KSU Wijaya Kusuma yang berada di wilayah Sumber Rejo Sebulu Kukar.
Jatam mencatat dalam sebulan terakhir ini sudah ada empat korban tewas tenggelam di lubang bekas tambang Kukar maupun Samarinda. Totalnya, sudah terdapat 19 korban tewas tenggelam di lokasi bekas tambang yang lokasinya ada di Kukar dan Samarinda.
Sepekan lalu, Jatam juga merilis korban tewas tenggelam di lokasi bekas tambang batu bara Kukar yang dialami Muliadi usia 15 tahun. Dia diduga tenggelam di lubang bekas tambang batu bara milik PT. Multi Harapan Utama.
Siswa SMK Geologi Pertambangan Tenggarong ini, kata Merah menjadi korban ke 5 yang kedapatan tewas tenggelam di lubang bekas tambang Kukar sejak 2010 hingga sekarang ini. Sebelumnya, mayoritas korban tewas tenggelam adalah anak anak di bawah usia 10 tahun ke bawah.

Pencarian Populer:

berita kriminal balikpapan terbaru