Jajaran polisi Polda KaltimNewsBalikpapan –
Kepolisian Daerah Kalimantan Timur gagal memenuhi kuota yang masuk dalam Akademi Polisi sudah disediakan Mabes Polri.
“Kuota yang disiapkan gagal kami penuhi sehingga akhirnya diisi oleh wilayah lainnya,” kata Kepala Polda Kaltim, Inspektur Jenderal Safaruddin, Kamis (7/12).
Safaruddin mengungkapkan wilayah Kaltim – Kaltara mendapatkan kuota calon taruna Akpol sebanyak 9 orang pada tahun 2015 lalu. Mereka yang dipastikan lolos hanya sebanyak 5 dari keseluruhan sebanyak 125 pelamar dari seluruh warga Kaltim – Kaltara.
“Jumlah pelamar Akpol ini turun dibandingkan tahun 2014 silam sebanyak 138 orang,” paparnya.
Mayoritas pelamar taruna Akpol, kata Safaruddin terganjal aturan administrasi, tes intelektual, fisik dan psikologis. Menurutnya putra putra asli Kaltim – Kaltara belum familiar dengan ketentuan dasar syarat penerimaan Akpol, Secaba maupun Secatam Polri.
“Kuota yang bisa kami penuhi adalah penerimaan calon brigadir dan tantama Polri pada tahun sebanyak 296 calon brigadier dan 875 calon tantama. Pelamarnya ribuan untuk penerimaan calon ini,” ungkapnya.
Sehubungan itu, Safaruddin berinisiatif agar penerimaan calon perwira, bintara dan tantama Polri dilakukan per masing masing wilayah di Kaltim – Kaltara. Aturan ini akan diberlakukan agar para pelamar ini nantinya hanya berkompetisi diantara warga lainnya dikotanya.
“Kalau semua penerimaan digabungkan dalam satu wilayah, kasihan mereka yang berada di daerah pedalaman sana. Mereka sulit bersaing dengan pelamar dari Balikpapan dan Samarinda. Kualitas pendidikannya juga beda,” ujarnya.
Selain itu, Safaruddin akan memerintahkan seluruh Polres agar menjemput bola dengan mengunjungi sekolah menengah atas di wilayahnya. Polres di Kaltim Kaltara diminta mendata siswa siswa yang punya keinginan menjadi anggota Polri.
“Polres harus ikut membantu menginformasikan pada sekolah sekolah. Mereka harus bisa menjelaskan syarat syarat wajib menjadi anggota Polri, seperti nilai, fisik dan tes tesnya. Kami bisa membantu teknik menjawab pertanyaan tes psikologis dan tes lainnya. Bila ada kekurangan fisik juga dideteksi sehingga cepat ditangani secara medis,” imbuhnya.
Akhir kata, Safaruddin memastikan Polri tidak memungut biaya dalam penerimaan calon anggotanya. Dia meminta masyarakat agar melaporkan langsung saat ada oknum Polda Kaltim yang menjanjikan mampu meloloskan dalam penerimaan anggota Polri.
“Laporkan langsung pada saya, nomor telpon saya sudah saya sebarkan di banyak media massa,” tegasnya.

Pencarian Populer:

kuota akpol tiap provinsi 2016