Pembantai beruang maduNewsBalikpapan –

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mengincar pengunggah foto pembataian hewan dilindungi beruang madu dalam akun media sosialnya. Saat ini memang sedang ramai diperbincangkan ulah tiga orang pria yang menggunggah foto selfie kala membelah perut hewan beruang madu.

“Kasus ini sudah jadi perhatian Polda Kaltim,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Timur, Komisaris Besar Winston Tommy Watultu, Sabtu (26/9).

Winston mengatakan pimpinan sudah memerintahkan jajarannnya untuk menelusuri kebenaran kasus ini yang disebut sebut berlokasi di wilayah Kutai Kartanegara. Dia mengaku sudah memerintahkan penyidiknya untuk berkoordinasi dengan Polres Kutai Kartanegara dalam pengecekan tempat kejadian perkara.

“Kami harus pastikan lokasi kejadian perkara, apakah benar ada di wilayah Kaltim,” paparnya.

Selain itu, Winston mengaku menelusuri kembali akun pemilik media social yang pertama kali menggunggah foto pembantaian hewan langka ini. Menurutnya polisi punya teknik tersendiri guna memastikan jati diri pemilik akun media social ini.

“Kami telusuri akun media sosialnya, meskipun fotonya sudah dihapus, namun kami sudah memiliki cukup bukti permulaan soal foto pembantaian itu,” tegasnya.

Polisi hingga kini masih berusaha mengumpulkan bukti bukti awal pengungkapan kasusnya ini. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan serta pengumpulan alat bukti penunjang.

Namun demikian, Winston menyatakan para pelaku ini nantinya terancam dengan ketentuan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Besaran ancaman hukuman tergantu niatan awalnya saat membantai hewan beruang madu ini.

“Tergantung proses pembuktian nanti, apakah sengaja atau ada unsur kelalaian,” ujarnya.