HelicopterNewsBalikpapan –

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal Budiman menyatakan seluruh personil dan pesawat helicopter Bell 412 sudah ditemukan selamat. Pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat helicopter di kawasan Long Sulit Malinau Kalimantan Utara.

“Seluruh personil selamat demikian pula pesawat helicopternya,” kata Budiman saat di Balikpapan, Kamis (23/1).

Helicopter ini memang sempat dilaporkan hilang komunikasi saat mengangkut tujuh personil pengamanan perbatasan rute Tarakan – Long Bawan.  Otoritas Bandara Malinau kehilangan komunikasi dengan pilot pesawat pukul 13.45 Wita di wilayah udara Malinau.

Budiman mengatakan pilot terkendala buruknya cuaca saat menjalani penerbangan saat itu. Guna mengantisipasi resiko, katanya pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di kawasan Long Sulit.

“Pilot kesulitan komunikasi sehingga dia menemui Kepala Desa Mentarang, Mathias Seradu. Kepala desa ini yang memberikan informasi pada kami bahwa helicopter dan personil selamat,” paparnya.

Sejak pertama, Budiman percaya kemampuan pilot helicopter, Kapten CPN Paul Maraden Simatupang yang memiliki pengalaman jam terbang cukup tinggi. Pesawat helicopter Bell 412 yang diterbangkan juga terbilang masih baru.

“Jam terbang pilotnya sudah tinggi dan pesawatnya juga belum ada 50 jam penerbangan. Pesawat ini merupakan hibah Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.

Hingga kini, pilot pesawat masih menunggu membaiknya cuaca di wilayah udara Malinau.  Pesawat ini nantinya terbang lagi ke Bandara Tarakan untuk mengisi bahan bakarnya.

“Terpaksa pulang lagi ke Tarakan untuk mengisi bahan bakar. Nanti mereka akan terbang kembali mengantarkan personil pengamanan perbatasan,” tuturnya.

Helicopter Bell 412 diawaki kru Kapten CPN Paul Maraden Simatupang, Letda CPN M Kholok dan Serka Kasnianto. Helicopter mengangkut tujuh personil Yonif 100 Raiders yaitu Sertu Eliani, Kopda Rudianto, Kopda Said Galihulu, Kopda Eri Purnomo, Praka Tri Gunardi, Prajurit Satu Feri Kurniawan danPrada Jacki.

“Mereka menggantikan personil yang sudah terlebih dahulu bertugas,” ungkapnya.

Awal November lalu, TNI AD juga kehilangan helicopternya yang jatuh di kawasan Malinau Kalimantan Utara.  Kejadian fatal ini yang menyebabkan tewasnya sebanyak 13 penumpang beserta kru pesawat.  Sebanyak enam orang penumpang dipastikan selamat dan mengalami luka bakar serius.