Dicky Usman bersama petinggi TNINewsBalikpapan –

Komando Daerah Militer VI Mulawarman membeberkan kronologis penyebab jatuhnya helicopter di Malinau Kalimantan Utara. Pesawat naas ini sempat oleng akibat terhempas angin hingga jatuh ke dalam jurang sedalam 30 meter dan meledak.

“Helicopter dihempas angin hingga baling baling patah menabrak pohon. Pesawat hilang kendali hingga jatuh dalam jurang,” kata Panglima Kodam Mulawarman, Mayor Jenderal Dicky Usman, Minggu (10/11).

Kejadian fatal ini yang menyebabkan sebanyak 13 penumpang pesawatnya dipastikan tewas dalam kondisi mengenaskan. Tim evakuasi juga kesulitan membawa jasad para korban termasuk crew pesawat ini.

“Saya sudah cek Praka Sidurian (penumpang), petugas kehutanan dan dua babinsa yang mengawal petugas dilokasi,” paparnya.

Dicky mengatakan penerbangan helicopter M1-17 berlangsung lancar dari Bandara Tarakan – Pos Bulan Long Pujungan Malinau. Sesaat sebelum mendarat, katanya pesawat diterpa angin kencang sehingga mendorong mundur badan helicopter beberapa meter ke belakang.

“Kejadiannya pada saat akan mendarat 10 meter dari lokasi pesawat terdorong kebelakang karena angin dari depan,” terangnya.

Baling baling ekor patah saat menghantam pohon yang tepat ada dibelakangnya. Tanpa baling baling ekor, badan helicopter oleng tanpa kendali hingga meluncur deras ke dalam jurang sedalam 30 meter bersama penumpangnya.

“Pesawat langsung terbakar dan meledak saat itu,” paparnya.

Tim evakuasi terdiri personil TNI, Basarnas dan masyarakat sudah mendapati 11 jasad korban helicopter naas ini. Tersisa 2 jasad yang hingga kini belum ditemukan. Sebelumnya 6 orang penumpang dipastikan selamat dan mengalami luka bakar serius.