Jembatan NewsBalikpapan –

DPRD Balikpapan Kalimantan Timur meminta rencana pembangunan jembatan Balikpapan – Penajam Paser Utara mendapatkan perhatian serius pihak terkait. Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam harus sinerji dalam merevisi rencana pembangunan jangka menengah disesuaikan dengan keberadaan jembatan sepanjang 7 kilometer ini.

“Rencana ini bagus sekali, tapi tentunya harus ada pertimbangan kuat,” kata Ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong, Jumat (14/3).

Burhan mengatakan pembangunan jembatan menghubungkan Melawai – Nipah Nipah tidak masuk dalam rencana pembangunan jangkan menengah masing masing daerah. Apalagi pembangunannya diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 5 triliun.

Sehingga perlu disepakati bersama pembentukan konsorsium terdiri Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam, Provinsi Kaltim dan PT Waskita Karya.  Dalam kesepakatan awal itu, masing-masing akan menggelontorkan dana yakni Balikpapan Rp 500 miliar, Penajam Paser Utara Rp 500 miliar, Provinsi Kaltim Rp 1 triliun dan PT Waskita Karya Rp 1 triliun.

Selain itu, Burhan menekankan perlunya analisa dampak lingkungan keberadaan jembatan terhadap lingkungan setempat. Dia pun berharap pembangunan jembatan itu tidak akan menimbulkan pro kontra di masa mendatang.

“Itu juga kan harus menjadi perhatian, sehingga tidak menimbulkan protes kemudian,” katanya.

Kendati demikian, Burhan mengakui, pembangunan jembatan ini jadi bagian Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dia sanksi apakah pemerintah baru terbentuk nantinya tetap melanjutkan program yang menelan anggaran besar ini.

“MP3E ini  produk presiden sekarang, jika ganti presiden  nanti jangan-jangan tidak ada lagi MP3EI. Karena itu perlu kita siapkan secara  aturan hukum daerah masing-masing yang mengatur pembangunan jembatan ini,“ ujarnya.

Pencarian Populer:

kasus gepak balikpapan