PT Badak NGL BontangNewsBalikpapan –

Kantor Bank Indonesia Cabang Balikpapan menilai tingginya inflasi di wilayahnya salah satunya disebakan macetnya distribusi gas elpiji ukuran 3 kilogram di masyarakat. Inflasi Balikpapan bulan Oktober lalu mencapai angka 6,97 persen dibandingkan inflasi nasional yang dikisaran 6,09 persen.

“Elpiji langka membuat harga harga kebutuhan pokok naik juga,” kata Kepala Kantor BI Balikpapan, Suhatman Tabrani, Rabu (11/11).

Inflasi rata rata year on year Balikpapan juga jauh melampaui inflasi nasional yakni mencapai 9,9 persen tahun sebelumnya. Adapun rata rata inflasi nasional hanya 6,25 persen.

Selain itu, Suhatman menyebutkan tingginya inflasi Balikpapan disebabkan pasokan kebutuhan dasar yang hampir seluruhnya didatangkan dari Sulawesi dan Jawa. Kondisi diperparah dengan kemarau berkepanjangan terjadi pada tahun ini.

Suharman berharap, lajunya inflasi kemungkinan bisa tertekan pada November tahun ini karena mulai masuk musim hujan. Sehingga, distribusi sembako kembali lancar, termasuk berproduksinya kembali pertanian di Balikpapan.

Program bibit sapi dari Pemerintah Pusat yang telah direalisasikan pada akhir Oktober 2015 untuk Kalimantan Timur yang mendapat bantuan 11.078 ekor sapi brahmana cross dari Australia diharapkan akan menekan harga komoditas daging secara perlahan.

Pasalnya, harga daging sapi yang tidak stabil dan cenderung tinggi disebut-sebut  juga ikut andil menyumbang  inflasi di Balikpapan.