Pedagang Pasar Pandansari

Pedagang Pasar Pandansari

Balikpapan –

Badan Pusat Statistik Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan angka inflasi jelang lebaran melampaui rata rata nasional yaitu 3,29 persen. Inflasi dua kota utama Kaltim yaitu Samarinda 4,1 persen, Balikpapan 3,75 persen dan Tarakan 2,91 persen.

“Inflasi di bulan Juli ini bahan makanan, transport dan komunikasi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan Syahruni, Selasa (13/8).

Syahruni mengatakan perayaan lebaran jadi factor utama tingginya inflasi di Kaltim ini. Apalagi bulannya bertepatan dengan agenda penerimaan tahun ajaran sekolah.

Karenanya dia mengingatkan Pemerintah Daerah agar segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk menekan tingginya inflasi itu. Karena jika terjadi peningkatan hingga akhir tahun maka jumlah orang miskin akan semakin bertambah.

Menurutnya, peran dan kebijakan pemerintah daerah diharapkan khususnya dalam membantu masyarakat, sehingga inflasi bisa ditekan. “Misalnya menggelar pasar murah, melakukan stok pangan  maupun daging, sehingga harga tidak melonjak, karena stok tersedia,” ujarnya.

Beberapa komoditas di Balikpapan yang hingga kini harganya masih melambung diantaranya, harga daging yang hingga kini masih berkisar Rp 120 ribu/kg dan ayam potong yang mencapai Rp 60 ribu/ekor. Begitu pun ikan tongkol Rp 35 ribu/kg dan ikan layang Rp 25 ribu/kg, bawang merah Rp 80 ribu/kg dan cabe Rp 70 ribu/kg.

Sedangkan untuk angkutan kota (angkot) juga ikut memicu tingginya inflasi khususnya di Balikpapan. Tarif angkot meski telah ditetapkan Pemerintah Kota  melalui SK Wali Kota pasca naiknya harga BBM menjadi Rp 3 ribu, jutru tarifnya menjadi Rp 4 ribu.