NewsBalikpapan –
Pipa penyaluran minyak mentah Pertamina Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) terbakar selama 2,5 jam, Kamis (15/8/2019). Titik api diduga berasal dari kebocoran pipa penyaluran kilang pengolahan minyak mentah.
Pantauan di lapangan, kobaran asap hitam kebakaran terlihat membumbung tinggi sejak pukul 09.30 hingga 12.15 Wita. Asap hitam pekat ini bahkan terlihat dari jarak belasan kilometer sepanjang wilayah Balikpapan.
Selama kebakaran berlangsung, petugas security Pertamina langsung memblokir seluruh akses pintu masuk kilang minyak. Ratusan pekerja proyek refenery development master plan (RDMP) kilang minyak Pertamina pun dievakuasi ke sejumlah lokasi aman.
Seorang saksi mata warga Balikpapan, Sumiati menuturkan, kobaran asap sudah terlihat dari arah kilang sejak pagi hari. Warga sempat memperoleh informasi simpang siur tentang kebakaran di area kilang Balikpapan.
“Api kebakaran sudah pagi hari berupa asap hitam dari arah area kilang Pertamina. Informasinya langsung menyebar dari media sosial,” paparnya.
Informasi ini pula akhirnya membuat Sumiati serta warga perkampungan Karang Jati menjadi panik. Apalagi lokasi perkampungannya tepat bersebelahan dengan kilang Pertamina ini.
Bersama dengan tetangganya, Sumiati pun bersiap mengungsi ke lokasi aman, sembari memantau penanggulangan bencana.
“RT setempat meminta warga bersiaga, kami tidak boleh di dalam rumah. Warga berkumpul di masjid sembari memantau kondisi,” paparnya.
Proses pemadaman api berlangsung lambat selama 2,5 jam. Warga sempat mengira api berhasil dipadamkan, namun faktanya api kembali berkobar hebat. Kejadian ini terulang hingga tiga kali.
Sementara itu, Manager Region Communication Relation dan CSR Kalimantan, Heppy Wulansari mengatakan, Pertamina berusaha maksimal memadamkan api di titik pusat kebakaran. Petugas akhirnya mampu menjinakan api di titik pipa kilang tepat pukul 12.15 Wita.
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama api dapat dipadamkan,” katanya.
Selama proses pemadaman, Pertamina mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit trailer foam. Meskipun api sudah padam, Pertamina tetap melakukan langkah antisipasi guna memastikan kebakaran tidak terulang kembali.
“Hingga saat ini proses penanggulangan pasca kebakaran atau upaya pendinginan terus dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak kembali muncul api di area pipa,” tuturnya.
Bukan hanya sampai disitu, Heppy memastikan, Pertamina segera menginvestigasi guna mengetahui penyebab bencana ini. Mereka tidak ingin bencana kebakaran terulang sehingga mengancam keselamatan seluruh pekerja.
Lebih lanjut, Pertamina menyatakan, bencana kebakaran tidak berdampak langsung proses distribusi BBM bagi masyarakat Indonesia timur. Kilang minyak Pertamina Balikpapan masih memproduksi 260 ribu barrel minyak mentah.
“Tidak menganggu pasokkan BBM maupun elpiji untuk Kalimantan maupun Indonesia bagian Timur,” papar Heppy.
NewsBalikpapan –