Jaga Surga Bawah Laut Maratua, Berau Coal Tanam Terumbu Karang

PT Berau Coal bersama sejumlah mitra dan pemangku kepentingan melakukan aksi nyata melalui kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Maratua pada 1–2 Mei 2026. Foto istimewa

NewsBalikpapan – Keindahan bawah laut Kabupaten Berau telah lama menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, khususnya para penyelam dari dalam dan luar negeri. Di balik pesona tersebut, terumbu karang memiliki peran vital sebagai penopang ekosistem laut sekaligus penunjang sektor pariwisata.

Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, PT Berau Coal bersama sejumlah mitra dan pemangku kepentingan melakukan aksi nyata melalui kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Maratua pada 1–2 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi PT Asian Bulk Logistic (ABL), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Komunitas Maratua Peduli Lingkungan (MPL), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Payung-Payung, serta insan pers.

Transplantasi dilakukan menggunakan metode terumbu karang buatan sebagai media tumbuh. Fragmen karang ditempatkan pada struktur khusus agar dapat berkembang lebih cepat dan stabil, sebagai bagian dari percepatan pemulihan ekosistem laut.

Selain mendorong pertumbuhan karang, terumbu buatan juga berfungsi sebagai habitat baru bagi biota laut, menjaga keseimbangan ekosistem, serta melindungi garis pantai dari abrasi. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan potensi perikanan dan pariwisata, sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Ketua panitia kegiatan, Farhan Soeprapto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian laut, sekaligus bagian dari kewajiban pemegang Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi kami sebagai pemegang PKKPRL laut,” ujarnya.

Farhan menambahkan, program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan konservasi sebelumnya. Pada tahun lalu, pihaknya telah melakukan penanaman 300 mangrove di kawasan pesisir.

“Tahun ini kami melanjutkan dengan transplantasi terumbu karang sebagai komitmen berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Region Head Berau PT Asian Bulk Logistic, Dimas Rinto Prasetyo, menegaskan komitmen pihaknya sebagai mitra strategis dalam menjaga ekosistem laut bersama PT Berau Coal.

“Kami berkomitmen untuk bersama-sama menjaga laut demi kelestarian ekosistem,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan transplantasi terumbu karang dan aksi bersih pantai akan dijadikan agenda rutin guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Selain reef stupa, kegiatan bersih pantai ini akan terus kami lakukan secara berkala,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Shipping Manager & PJK3L Marine PT Berau Coal, Sandy Santosa. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk kolaborasi nyata lintas sektor dalam menjaga lingkungan laut.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan untuk kedua kalinya. Ke depan, kami berharap dapat melibatkan lebih banyak pihak agar dampaknya semakin luas,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Pokdarwis Payung-Payung, Ardiansyah. Ia menilai kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata di Maratua.

“Kami berterima kasih atas komitmen Berau Coal dan para mitra. Semoga terumbu karang buatan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem laut dan pariwisata,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian laut semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam menjaga ekosistem pesisir di Kabupaten Berau.

Bagikan Berita

WhatsApp
X
Facebook
Print
Telegram

Berita Terkait

Tulis Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *