BPJSNewsBalikpapan –

BPJS Ketenagakerjaan menyatakan sudah mengumpulkan Rp 194 triliun dana jaminan social asuransi kecelakaan kerja,  kematian hingga dana pensiun masyarakat Indonesia. Jaminan social sudah menjangkau 22 juta pekerja sector formal maupun unformal Indonesia yang jumlahnya mencapai 115 juta warga Indonesia.

“Pengumpulan dana masyarakat sudah mencapai Rp 194 triliun pada 30 Juni lalu,” Direktur Kepersetaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Junaidi, Selasa (1/9).

Junaidi mengatakan konsumen jaminan ketenagakerjaan meningkat 30 persen dibandingkan semester sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif konsumen pekerja unformal juga terjadi dengan ditandai peningkatan pelanggannya menjadi 37 persen.

Dana jaminan social masyarakat, kata Junaidi akan di salurkan dalam berbagai bidang  usaha seperti saham, deposito, reksadana dan investasi legal lainnya. Menurutnya investasi ini untuk menjamin kelangsungan dana masyarakat yang masuk dalam jaminan social ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan sudah menetapkan target 40 juta para pelanggan sector formal dan unformal di Indonesia pada 2018 mendatang. Peningkatan pengguna jaminan social ketenagakerjaan dilakukan lewat sosialisasi serta penerapan sanksi pencabutan layanan public masyarakat.

Terbukti adanya peningkatan signifikan perusahaan yang mendaftarkan karyawannya agar mendapatkan jaminan social ketenagakerjaan. Junaidi menuturkan tercatat sudah ada 2.950 perusahaan di Kalimantan yang mendaftarkan karyawannya dan peningkatan 26,37 persen adalah pekerja unformal.

“Mayoritas sector konstruksi di Kalimantan saja, belum kota kota lainnya,” paparnya.