Jalan tol Balikpapan - SamarindaNewsBalikpapan –

Presiden Joko Widodo memastikan mega proyek refinery kilang minyak tetap dilaksanakan di Kalimantan Timur. Ada dua proyek besar Pertamina di Kaltim yakni peningkatan kapasitas kilang Balikpapan (5 miliar US dolar) dan kilang baru Bontang (12 miliar US dolar).

“Proyek kilang minyak diputuskan tetap di Kaltim,” kata Jokowi dalam kata sambutan agenda sertifikasi tanah masyarakat di Balikpapan, Senin (5/12).

Jokowi menjalani kunjungan kerja ke sekian kalinya di Balikpapan dalam agenda tax amnesty para pengusaha Kaltim. Sesaat menginjakan kaki di Bandara Sepinggan, dia mengaku menerima aspirasi Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak soal kepastian kilang minyak ini.

“Tadi saat pak gubernur sudah bicara masalah ini. Sekarang beliau bicara lagi soal ini. Pak Gubernur memang kalau punya mau, ngejar terus,” paparnya sambil tersenyum.

Selain itu, Jokowi mengaku juga terus didesak soal komitmen pemerintah pusat keikutsertaan pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99 kilometer. Pembangunan jalan tol terbagi dalam lima paket dimana pengerjaannya menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim, Pusat dan konsorsium.

“Saya langsung rapat dengan Menteri Pekerjaan Umum dan tidak ada masalah. Pemprov Kaltim sudah menyelesaikan pembebasan lahannya. Sisanya menjadi urusan kementerian. Tahun 2018 diharapkan sudah selesai,” tegasnya.

Bukan itu saja, Gubernur Kaltim juga menuntut Pusat berperan dalam rencana pembangunan

Jalan tol Samarinda – Bontang sejauh 84 kilometer. Pemprov Kaltim punya proyek ambisius pembangunan jalan tol menghubungkan Balikpapan – Samarinda – Sangata – Maloy sepanjang 353 kilometer.

“Proyek satu belum selesai, sudah minta satu lagi. Saya rapat lagi dengan Menteri PU dan diputuskan tidak ada masalah,” ujarnya.

Teknis pengerjaanya dilakukan menggandeng swasta ataupun konsorsium pemerintah pusat, daerah dan BUMN. Jokowi menginginkan adanya percepatan pembangunan terus terjadi di Kaltim.

Jokowi mengakui peran penting kelancaran arus transportasi akan berdampak positif pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Dia tidak mempermasalahkan pelaksanaan proyek bernilai selangit ini dengan catatan demi kepentingan masyarakat secara luas.

“Nantinya yang akan menikmati dampak positifnya adalah rakyat. Jalan yang lancar membuat arus distribusi barang juga lancar sehingga barang juga murah,” paparnya.

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dalam sambutannya memang menagih janji presiden guna mendorong percepatan pembangunan di Kaltim. Dia menggaris bawahi tiga agenda pembangunan Kaltim diantaranya zonasisasi pupuk, proyek kilang dan jalan tol.