Densus 88NewsBalikpapan –

Polisi tanpa perlawanan berarti membekuk terduga terror, Fajrun bin Slan di rumah mertuanya Perum Herr I Jalan Swadaya 1 RT 59 Kelurahan Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur. Sedikit orang yang mengenal aktifitas Fajrun yang sebenarnya adalah guru ngaji di Masjid Al Ikhwan Perum Balikpapan Baru.

“Dia sepertinya guru ngaji di masjid sini,” kata Bendahara Yayasan Al Ikhwan Balikpapan, M Ali, Sabtu (16/1).

Ali mengaku mulai mengenal sosok Fajrun yang rutin mengikuti berbagai kegiatan ibadah masjid Al Ikhwan selama 2 tahun terakhir ini. Adapun yayasan Al Ikhwan Balikpapan sudah berdiri sejak 11 tahun silam membawahi pendidikan Islam jenjang taman kanak kanak dan sekolah dasar.

“Mulai 2 tahun lalu melihat Fajrun ini. Kalau ketemu paling sekedar tersenyum saja dan berbicara sekedarnya,” ujarnya.

Keseharian Fajrun diisi dengan menjadi guru ngaji anak anak di masjid Al Ikhwan komplek perumahan Balikpapan Baru. Ali memastikan Fajrun ini tidak tergabung dalam guru di Yayasan Al Ikhawan.

“Soalnya saya yang biasanya merekrut guru guru di Al Ikhwan. Fajrun ini hanya guru ngaji di masjid saja,” paparnya.

Selama 2 tahun itu, Ali menilai Fajrun adalah seorang yang baik dalam pergaulannya. Hal tersebut pula yang membuat salah seorang jemaat masjid, Nurjamal mengkawinkannya dengan putri satu satunya.

“Saat resepsi pernikahannya saya sempat datang pula di rumahnya,” ungkapnya.

Sehubungan tuduhan ikut terlibat aksi terror, Ali  menyatakan tidak mengenal kegiatan keseharian pemuda asal Ambon yang berusia 20 tahun ini. Hanya saja berita penangkapannya oleh Detasemen Khusus 88 telah menggemparkan masjid Al Ikhwan.

“Semua sudah mengetahui dari pemberitaan media massa,” ujarnya.

Densus 88 membekuk Fajrun saat berkendara motor menuju masjid lingkungan perumahan PT Herr I Jalan Swadaya 1 RT 59 Kelurahan Sepinggan Balikpapan. Polisi sempat mendatangkan mobil panser guna mengangkut Fajrun yang kedua tangannya sudah terborgol.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti aksi terror seperti pupuk, bubuk mesiu, laptop, ipad, seruan jihad, amunisi, selonsong peluru, parang, samurai dan ratusan paku.

Bersama tersangka, polisi juga memeriksa keluarga tersangka terdiri istri dan kedua orang mertuanya. Pemeriksaan terduga teroris ini dilaksanakan di Markas Komando Brigadir Mobil Polda Kaltim.

Densus 88 yang memimpin aksi penangkapan terduga teroris di rumah mertuanya. Polda Kaltim hanya membekap agar proses penangkapan tersangka ini berjalan lancar.