Banyak Aset Daerah yang Dicaplok Masyarakat
30 April 2012
Tahun Ini Balikpapan Lakukan Kajian
30 April 2012

Penyerapan APBD Balikpapan 2011 Hanya 84 Persen

Balikpapan – Penyerapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Balikpapan 2011 hanya sebesar 84 persen dari APBD sebesar Rp1,8 trilyun. Penyerapan ini dianggap kurang maksimal oleh kalangan DPRD kota sehingga perlu disikapi secara serius. Akibatnya terjadi silpa anggaran sebesar Rp350 miliar. “Hal ini berimplikasi pada roda perputaran ekonomi kota yakni seharusnya dimaksimalkan pada kebutuhan masyarakat tapi ini tersisa sehingga spek pembangunan  yang seharusnya dbanyak dirasakan oleh masyarakat jadi tidak banyak  yang menikmati kue pembangunan ini,” jelas anggota Komisi II Mukhlis, usai rapat Paripurna DPRD soal rekomendasi DPRD terkait LKPJ 2011,siang tadi.

Pihaknya akan melakukan evaluasi saol belum terserapnya anggaran APBD secara maksimal. dewan  katanya akan mencari tahu penyebabnya apakah disebabkan kurangnya perencanaan anggaran di SKPD atau ada sebab lain.

“Kalau kami lihat beberapa tahun ini, aspek perencanaan di SKPD sebagai leading sektronya harus dievaluasi secara menyeluruh. Saya tidak bicara lemah tapi memang perlu dilakukan terobosan-terobosan, kreatifitas dari SKPD dan fokus terhadap program yang dilaksanakan,” ujarnya.

Pasalnya, Pemda memiliki arahan dalam UU 25 tentang system perencanaan pembangunan yakni penggunaan alokai anggaran selain aspek efisiensi juga harus aspek aspiratif.

“Kalau memang di SKPD ada anggaran yang tidak bisa diekskusi ya jangan dianggarkan. Menurut kami digunakan ke hal-hal lain yang jelas program. Tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang dengan detail komprehensif,” terangnya.

Menurutnya, idealnya penyerapan anggaran dapat dicapai antara 90 hingga 95 persen. Dengan masih dibawah angka ideal, dikhawatirkan pencapaian opini Wajar Tanpa pengecualian (WTP) pada 2011 akan sulit tercapai.

“Jelas sekali, karena hasil audit akan melihat kesana. BPK salah satu pertimbangan penting untuk predikat WTP adalah soal penyerapan anggaran,” katanya.

Sorotan lain yang disampaikan DPRD kepada pemkot juga tertuju pada soal PAD, revitalisasi pertanian, perikanan dan tambak  yang belum tergali secara optimal. “ Termasuk revitalisasi rumput laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi namun belum tergali secara maksimal,” katanya.

Diketahui pada APBD 2011 lalu, besaran APBD  Rp1,8 trilyun namun anggaran terserap hanya sebesar 84 persen. Belum tercapainya kegiatan pembangunan  itu menurut Walikota Rizal Effendi disebabkan beberapa hal.

Diantaranya proses pengadaan mengalami gagal lelang sehingga waktu efektif pelaksanaan mengalami penundaan, perubahan re desain, perubahan harga satuan, kendala pembebasan lahan dan mepetnya waktu pengesahan APBD P pada Nopember 2011 lalu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *