Jumpa pers Kapolda KaltimNewsBalikpapan –

Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalimantan Timur sedang menyelidiki adanya oknum polisi yang diduga menembak petani buah naga di Samboja Kutai Kartanegara. Sanksi pidana diberikan pada personil polisi melakukan penganiyaan berakibat korban luka luka.

“Saya sudah perintahkan Propam untuk menyelidiki adanya kasus ini,” kata Kepala Polda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Safaruddin saat dihubungi, Sabtu (6/2).

Safaruddin ingin memastikan apakah ada keterlibatan bawahannya dalam aksi koboi yang disebut menembak paha kiri petani buah Samboja, Poniman. Dia menegaskan akan menindak tegas siapapun yang terlibat meskipun sudah ada perdamaian antara korban dengan pelaku.

“Saya ingin pastikan dulu, apakah betul ada keterlibatan personil Polda Kaltim. Kalau betul, pasti akan saya tindak tegas,” ujarnya.

Safaruddin mengaku hingga kini belum menerima laporan lengkap soal terjadinya peristiwa penembakan ini. Penyidik Propam masih mengumpulkan data serta memeriksa pihak pihak yang mengetahui peristiwa penembakan ini.

“Masih menunggu pemeriksaan dari Propam,” paparnya.

Namun demikian, Safaruddin mengakui ada peristiwa penembakan terhadap petani Samboja usia 35 tahun, Jumat (5/2) pukul 17.00 Wita lalu. Penembakan ini bermula dari aksi salip antara mobil korban dengan pelaku di sepanjang jalan Soekarno Hatta antara Samarinda – Balikpapan.

“Memang betul ada penembakan saat itu,” ungkapnya.

Seorang pria rambut cepak kedapatan menembak paha Poniman usai aksi saling salip keduanya di di sepanjang jalan Soekarno Hatta antara Samarinda – Balikpapan. Hermanuel, rekan korban tidak menyangka hal ini berakhir dengan ledakan pistol milik pelaku.

“Kami sedang terburu buru untuk pulang ke Samboja usai berjualan buah naga,” ungkapnya.

Poniman akhirnya menepikan laju mobilnya saat memasuki Jalan Soekarno – Hatta Kilometer 44 Samboja. Pelaku yang mengendarai mobil jenis sport utility vehicle (SUV) warna hitam ternyata ikut menepikan kendaraannya di belakang mobil korban.

“Pengendaranya seorang ibu ibu marah pada kami. Dia menyebut kami beraninya hanya pada perempuan saja. Dalam mobil ada dua perempuan, satu laki laki dan satu anak anak. Kami bahkan sudah minta maaf,” ungkap Herman.

Pertengkaran dua orang ini ternyata membuat pria dalam mobil SUV naik pitam. Pria berbadan tegap serta berambut cepak ini langsung turun seraya mencabut pistol yang tersemat di pinggangnya.

“Saya dengar tembakan dua tiga kali. Tahu tahu teman saya sudah tertembak,” papar Hermanuel.

Pria rambut cepak ini bahkan tidak panik kala menyadari paha kiri korban sudah berlubang dan bermandikan darah. Dia merampas kunci mobil dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) serta meminta istrinya melaporkan ke Polsek Samboja.

“Pria ini meminta kami tidak pergi kemana mana. Istrinya melapor ke Polsek Samboja,” ungkap Hermanuel.

Marcel yang ikut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) penembakan – sempat melihat pelaku menjaga korban seraya masih menenteng pistolnya. Dia yang merupakan ayah Hermanuel mencoba mendinginkan suasana dengan mempertanyakan kejadian sebenarnya pada pelaku.

“Dia tidak menjawab pertanyaan saya. Saat istrinya datang usai membuat laporan, dia langsung bergegas pergi tanpa menghiraukan pertanyaan saya,” paparnya.

Akhirnya keluarga korban sendiri yang membawa Poniman guna mendapatkan perawatan dari rumah sakit Samboja. Itupun bisa dilakukan saat Polsek Samboja mengembalikan kunci berikut surat kendaraan milik korban.

“Korban dibawa ke rumah sakit Samboja dan di operasi untuk mengeluarkan peluru pukul 21.00 Wita,” ungkap Marcel.

Istri korban, Vera mengatakan sudah ada perdamaian antara keluarganya dengan pelaku penembakan ini. Perwakilan Polda Kaltim, Satuan Brigadir Mobil dan Polsek Samboja menjamin seluruh biaya pengobatan korban penembakan ini.

Pencarian Populer:

kaltim post balikpapan kriminal