Bos Persiba – Persisam Kena Sanksi PSSI
13 December 2011
Kena Sanksi PSSI, Persiba Tetap Cuek
14 December 2011

Ratusan Rumah di Balikpapan Ludes Terbakar

Balikpapan – Kebakaran besar melanda Balikpapan Kalimantan Timur dengan menghanguskan sebanyak 183 rumah di tiga RT Kelurahan Damai. Bencana kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 hingga 05.00 Wita dengan besaran kerugian masyarakat totalnya ditafsir sebesar Rp 2,5 miliar. “Terjadi di RT 15, 21 dan 22 Kelurahan Damai seluas 2,5 hektar,” kata Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Kebakaran Balikpapan, Suseno, Rabu (14/12).

Kebakaran terjadi kawasan rumah nelayan atas air padat penduduk yang dihuni sedikitnya 1 ribu warga masyarakat Balikpapan. Padatnya area rumah nelayan ini menyebabkan petugas kebakaran kesulitan menjinakan kobaran api sehingga menghanguskan kawasan tersebut.

Kebakaran juga menghanguskan seluruh ruangan gedung SMK Pertiwi yang memiliki 222 siswa siswi. Ironisnya, dalam pekan ini murid murid harus melaksanakan ujian tengah semester sudah ditetapkan Dinas Pendidikan Balikpapan.

Suseno mengatakan mengerahkan sedikitnya 12 mobil pemadam kebakaran yang diantaranya milik Pemerintah Balikpapan, PDAM, Pertamina, Chevron dan Total Indonesie. Sebanyak 100 petugas kebakaran bekerja saling bahu membahu dalam upaya memadamkan nyala api.

Suseno memastikan tidak ada korban jiwa sehubungan peristiwa bencana kebakaran di penghujung akhir tahun Balikpapan tersebut. Namun dapat dipastikan sebanyak seribu warga Kelurahan Damai terpaksa kehilangan tempat tinggal sebagai akibat peristiwa ini.

Pantauan di lapangan, warga terlihat masih berupaya mengumpulkan barang barang berharga dari sisa puing puing bekas kebakaran. Bantuan nasi bungkus, beras dan mie instan sudah mulai mengalir dari para simpatisan pada warga yang bertahan di sekitar lokasi kebakaran.

Tempat kebakaran bersebelahan langsung dengan komplek pertokoan elit pusat perbelanjaan Balikpapan Super Blok (BSB). Sedang ada proses negosiasi ganti rugi antara manajemen BSB dengan warga dalam pengelolaan kawasan tersebut.

“Kami masih bertahan karena besarannya belum cocok,” kata warga bernama Syarifuddin.

Kawasan perumahan yang saat ini sudah jadi arang berdiri di area milik Negara. Bangunan masyarakat berdiri di kawasan rawa serta pantai yang tidak jelas surat surat kepemilikan lahannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *