Layanan AXIS Blackberry Tetap Terhemat
26 December 2011
Peraturan BPN 2010 Makin Persulit Sertifikasi Tanah
26 December 2011

Pemusnahan Hewan Liar Ditunda Tahun 2012

Balikpapan – Dinas Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Balikpapan terpaksa menunda rencana pemusnahan hewan liar seperti kucing dan anjing yang berkeliaran dipemukiman warga. Awalnya pemusnahan tersebut direncanakan pada Desember 2011. Namun terkait perayaan Natal dan Tahun Baru, pemusnahan ditunda hingga tahun 2012. “Kita tunggu dulu setelah tahun baru selesai, Kalau jelang akhir tahun itu, ada yang memanfaatkan program eliminasi (pemusnahan) yang kita lakukan. Karena pengalaman sebelumnya pernah kejadian kegiatan kita mengeliminasi tapi dijadikan kesempatan untuk pesta oleh kelompok orang. Penundaan ini untuk hindari itu,” kata Kabid Kehewanan DPKP Kota Balikpapan drh Budijanto.

DKPP Kota Balikpapan memperkirakan ada sekitar 7000 hewan liar dipemukiman masyarakat.Namun beruntungnya hingga kini belum ditemukan ada virus rabies yang ang dibawa anjing liar dan hewan lainnya, seperti yang terjadi di Provinsi Bali. Meski begitu DKPP Kota Balikpapan tetap akan melakukan pemusnahan karena merupakan program rutin tahunan.

“Memang belum ada kita temukan virus rabies untuk saat ini,dan diharapkan memang tidak ada. Kegiatan ini tetap kita laksanakan meski belum kita temukan ada virus rabies, tapi langkah pemusnahan ini untuk mencegah adanya virus rabies itu. Program ini juga merupakan program yang setiap tahun selalu dilaksankan DKPP,” terangnya.

Ia menambahkan, sebelum dilakukan pemusnahan dilakukan sosialisasi dulu melalui Kelurahan dan RT. Pemusnahan juga dilakukan jika ada permintaan dari warga, jika memang banyak hewan liar yang berkeliaran dilingkungan warga. Selain itu dalam melaksanakan pemusnahan, DKPP kota Balikpapan melibatkan aparat keamanan kepolisian, satpol PP dan pihak kelurahan.

“Jadi memang disosialisasikan dulu sebelum dilakukan pemusnahan. Sosialisasi yang kita lakukan melalui kelurahan dan RT setempat. Begitu juga kalau ada warga yang meminta untuk dilakukan pemusnahan hewan liar. Untuk menghindari adanya resiko yang kemungkinan terjadi dilapangan saat warga menolak. Makanya selain aparat keamanan, kita libatkan RT, kelurahan,” pungkasnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *