Lima Daerah di Kaltim Lanjutkan Aturan PPKM
26 August 2021
Rayakan HUT RI, Pegadaian Gelar Konser Virtual dan Galang Donasi Pahlawan
26 August 2021

Hore, Jokowi akan Tambah Pasokan Vaksin COVID-19 ke Kaltim

NewsBalikpapan – Presiden Joko “Jokowi” Widodo berjanji akan menambah jumlah pasokan vaksin COVID-19 untuk masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Janji kepala negara terungkap dalam arahan Presiden Jokowi pada seluruh kepala daerah di Bumi Etam.

“Presiden berjanji Kaltim akan diprioritaskan,” kata Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dalam akun Instagram Pemprov Kaltim, Selasa (24/8/2021).

Hadi mengatakan, Presiden Jokowi menyebutkan dalam waktu dekat akan kembali datang 7 juta vaksin COVID-19 ke Indonesia. Cakupan vaksinasi nasional sudah mencapai 33 persen, sehingga presiden meminta para kepala daerah untuk memaksimalkan vaksin.

Tiga arahan Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan kepada kepala daerah, jangan kendor melaksanakan protokol kesehatan di antaranya mengurangi mobilitas, karena saat ini penyebaran COVID-19 masih terjadi dan rawan.

“Beliau berjanji segera menambah vaksin untuk Kaltim, dan bulan depan akan datang lagi 7 juta untuk Indonensia, Kaltim diprioritaskan,” kata Hadi.

Arahan Presiden lainnya, lanjut mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini, membangun isolasi terpusat (Isoter) di Kaltim. Serta beberapa catatan untuk bupati dan wali kota, terkait tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit COVID-19 di daerah.

“Semua arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo sebenarnya sudah kita laksanakan,” ujar Hadi Mulyadi.

Hal senada juga disampaikan, Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman mengatakan selain informasi-informasi umum, Joko Widodo menyampaikan hal penting segera ditindaklanjuti daerah, yakni penanganan COVID-19 secara keseluruhan, termasuk data-data masing-masing kabupaten/kota.

“Juga upaya peningkatan ekonomi masyarakat di tengah pandemik. Alhamdulillah, COVID-19 di Kaltim sudah turun signifikan. Meskipun kita harus tetap waspada dan berhati-hati. Jangan sampai ada gelombang ketiga, maka pemerintah daerah bersama Satgas penanganan COVID-19 jangan sampai longgar pelaksanaan protokol kesehatan, termasuk penerapan PPKM,” papar Ardiansyah.

Selain itu, Presiden Jokowi meminta untuk terus menekan laju penyebaran COVID-19. Membatasi atau mengurangi mobilitas masyarakat, termasuk mobilitas pemerintahan yang memang tidak terlalu esensial, pelajar serta semuanya.

“Mereka yang terpapar COVID-19 untuk segera masuk isolasi terpusat, karena kalau isolasi mandiri kadang kala tidak terpantau. Selain itu, presiden berjanji memprioritaskan Kaltim mendapatkan vaksin,” tandas Ardiansyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *