NewsBalikpapan – Pemerintah terus menguji penggunaan vaksin gotong royong guna menangkal pandemi COVID-19. Vaksin ini nantinya akan dipergunakan perusahaan maupun BUMN.
Biofarma akan mendistribusikan rumah sakti ditunjuk memperoleh pasokan vaksin gotong royong. Pemerintah daerah hanya merekomendasikan fasilitas Kesehatan yang dianggap memenuhi syarat.
“Sementara ini soal vaksin jadi urusan faskes dengan Biofarma,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Sri Juliarty.
Andi akan melakukan pengecekan lapangan maupun sarana di sejumlah faskes yang masuk di daftar Biofarma. Setelah dicek, DKK Balikpapan mengeluarkan surat rekomendasi bahwa faskes tersebut memenuhi syarat.
Di saat bersamaan pula mengawasi mutu pelaksanaan vaksinasi di lapangan.
“Jadi kementerian juga tidak terlibat. Kami langsung menerima surat dari Biofarma. Berisi nama , lokasi, dan alamat faskes yang diminta untuk kami verifikasi,” paparnya.
Terdapat sejumlah rumah sakit yang dianggap memenuhi persyaratan di Balikpapn, di antaranya RS Pertamina, RS Hermina, Laboratorium Prodia, RS Siloam, dan lainnya. Nama rumah sakit ini sudah ada dalam list data Biofarma.
Ani menjelaskan, faskes swasta yang akan melayani vaksin gotong-royong tersebut memang mengajukan ke pihak Biofarma. Biofarma kemudian melakukan pengecekan dan menyurati Dinkes kabupaten/ kota untuk mengecek faskes.
Beberapa hal yang diperiksa antara lain tempat penyimpanan vaksin, ruangan, ketersediaan wifi, tenaga kesehatan untuk vaksinator apakah memiliki sertifikat vaksinator COVID-19 atau belum, serta pemeriksaan tempat limbah.
“Kalau semua sudah oke, kami terbitkan rekomendasi dan SK. Silakan jalan. Selanjutnya kalau sudah jalan kami memantau mutu pelayanannya,” ungkapnya.
NewsBalikpapan – Pemerintah terus menguji penggunaan vaksin gotong royong guna menangkal pandemi COVID-19. Vaksin ini nantinya akan dipergunakan perusahaan maupun BUMN.