NewsBalikpapan – Pasca perayaan lebaran Idul Fitri muncul klaster anak di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Balikpapan mencatat tambahan belasan kasus terpapar virus anak-anak selama lebaran ini.
“Ada laporan tambahan klaster anak terpapar COVID-19,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Minggu (11/5/2021).
Rizal mengatakan, suasana Idul Fitri diduga menjadi penyebab anak-anak terpapar virus COVID-19.
Rizal menjelaskan, saat ini hasil negatif antigen pendatang pun belum bisa menjamin virus corona tak bakal menyebar di Balikpapan karena ada masa inkubasi yang harus dipantau. PPKM Mikro tingkat RT jadi sangat penting untuk memonitor mereka yang pulang mudik atau pendatang.
Saat ini Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan akan lebih fokus mengawasi pintu masuk jalur udara dan laut.
Pengawasan antara lain dengan melakukan tes antigen pendatang yang tak bisa menunjukkan hasil tes mereka. Namun status orang dalam pengawasan atau ODP dikenakan pada pendatang dan pemudik. Sehingga mereka dipantau satgas di tingkat RT.
Rizal menjelaskan, saat ini hasil negatif antigen pendatang pun belum bisa menjamin virus corona tak bakal menyebar di Balikpapan karena ada masa inkubasi yang harus dipantau. PPKM Mikro tingkat RT jadi sangat penting untuk memonitor mereka yang pulang mudik atau pendatang.
“Antara 7 sampai 14 hari. Kalau tidak ada reaksi apa-apa maka cukup aman. Kami belum dapat memastikan sekarang,” katanya.
Untuk kasus anak, Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty menambahkan, memang mulai menonjol. Beberapa terakhir ini selalu ada kasus baru yang terjadi pada anak-anak.
NewsBalikpapan – Pasca perayaan lebaran Idul Fitri muncul klaster anak di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Balikpapan mencatat tambahan belasan kasus terpapar virus anak-anak selama lebaran ini.