Tank LeopardBalikpapan –

Kodam VI Mulawarman mensiagakan pasukan pengamanan perbatasan Indonesia – Malaysia di wilayah Kalimantan. Kesiagaan pasukan TNI tidak terlepas memanasnya konflik Tawau Sabah antara Malaysia dengan pasukan Kerajaan Sulu Philipina.

“Kami siagakan pasukan di batalyon perbatasan Kodam Mulawarman,” kata Kepala Penerangan Umum Kodam Mulawarman, Mayor TNI Baso Syukri, Minggu (3/3).

Baso mengatakan pasukan TNI selalu siaga dalam pengamanan kawasan perbatasan dua negara.  Selama ini, Kodam Mulawarman rutin mengirimkan sebanyak 650 personil yang berasal dari kesatuan Batalyon Infanteri (Yonif) 631 Nunukan dan Batalyon 611 Awang Long Samarinda.

Saat ini, Baso mengatakan TNI menganggap belum dibutuhkan peningkatan jumlah personil di kawasan perbatasan. Namun demikian, pasukan tentunya sudah menyadari adanya peningkatan intensitas ketegangan di Malaysia.

Kodam Mulawarman masih beranggapan konflik terjadi di Sabah adalah urusan dalam negeri Malaysia.  TNI hanya sebatas mengamankan wilayahnya dalam kedaulatan NKRI.

Kerusuhan di Tawau, Sabah, Malaysia, yang mengakibatkan dua polisi Malaysia tewas dan 12 tentara Kerajaan Sulu, Filipina, tewas. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sabah mengungsikan 600 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di ladang kelapa sawit di Felda Sahabat Blok 17, negara bagian Sabah, Malaysia, sejak 12 Februari 2013.

Memanasnya situasi di daerah itu bermula dari adanya orang bersenjata, yang mengaku sebagai tentara Kerajaan Sulu dari Filipina Selatan, memasuki daerah Lahad Datu di negara bagian Sabah, Malaysia. Setelah lebih dua pekan mereka dikepung pihak keamanan Malaysia, akhirnya terjadi kontak senjata yang menewaskan dua polisi Malaysia dan 12 tentara Sulu.