GM PT Angkasa Pura Balikpapan, Herry SikadoBalikpapan –

PT Angkasa Pura II Balikpapan Kalimantan Timur mematok target pemasukan pendapatan non aeronautika melonjak hingga 300 persen dibandingkan sebelumnya. Bandara Sepinggan memperoleh keuntungan bersih pengelolaan pendapatan non aeronautika sebesar Rp 107 miliar pada 2012 lalu.

“Harus naik 300 persen dengan adanya pengoperasian terminal Bandara Sepinggan pada awal 2014 nanti,” kata Manager Umum PT Angkasa Pura Balikpapan, Herry Sikado, Rabu (18/9).

Sesuai ketentuannya, PT Angkasa Pura Balikpapan memang hanya diperkenankan dalam pengelolaan potensi pendapatan sector non aeronautika seperti jasa ritel restoran, lounge, hotel, laundry, boutique hingga pembukaan pusat perbelanjaan.  Perum Navigasi nantinya yang menangani pengelolaan sector aeronautika ATS dan aeronautika non ATS meliputi penempatan pesawat, penyimpanan pesawat, jasa pesawat dan layanan aviobridge.

Herry mengatakan pendapatan sector aeronautika memiliki prospektif tinggi penerimaan PT Angkasa Pura. Bandara Sepinggan menyiapkan 269 paket lokasi bisnis jasa ritel yang ditawarkan di atas lahan komersil seluas 20 ribu meter persegi.

Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara Sepinggan, Wendo Asrul Rose menambahkan asumsinya trafik jumlah pengunjung bandara sebanyak 40 ribu orang per hari. Mereka ini adalah para penumpang, keluarganya serta masyarakat Balikpapan yang hendak berbelanja di mall Bandara Sepinggan.

“Potensi konsumsen kami diansumsikan adalah sebanyak 40 ribu orang ini per hari. Ini sudah jelas,” paparnya.

Trafik jumlah penumpang Bandara Sepinggan ini, menurut Wendo harus mampu  dikelola dengan maksimal oleh PT Angkasa Pura Balikpapan. PT Angkasa Pura menanggung hutang hingga Rp 4,5 triliun dalam renovasi sejumlah bandara Indonesia seperti Kuala Namu Medan, Ngurah Rai Denpasar, Sepinggan Balikpapan dan terbaru Banjarmasin.

“Bandara Sepinggan Balikpapan membutuhkan dana Rp 2 triliun sehingga diperkirakan bunga pinjaman sebesar Rp 200 miliar per tahun belum lagi hutang pokoknya. Sehingga pendapatan Bandara Sepinggan harus diatas bunga hutang ini. Mungkin 20 tahun akan lunas,” tuturnnya.

Wendo optimis pihak pengelola PT Angkasa Pura mampu menggenjot potensi pendapatan non aeronautika tanpa mengharapkan bantuan pemerintah. Meski demikian, dia mengakui pemisahan pendapatan sector aeronautika ATS dan aeronautika non ATS sangat mempengaruhi profit keuntungan PT Angkasa Pura.

“Pengaruhnya pendapatan jadi berkurang hingga 30 persen,” tuturnya.