sumur migasBalikpapan –

PT Pertamina UBEP Sanga-Sanga dan Tarakan akan membuka 4 sumur eksploitasi baru dengan investasi US$3 juta per sumur guna meningkatkan target produksi hingga 1.000 BOPD (Barrels of Oil Per Day/Barel Minyak Per Hari). Pembukaan 4 sumur eksploitasi baru ini menjadi referensi awal bagi pihaknya untuk melakukan pengaktifan kembali pada sumur-sumur lama yang tidak dioperasikan. Sebelumnya, Pertamina Lapangan Tarakan belum pernah melakukan reaktivasi sumur lama peninggalan Belanda untuk membantu meningkatkan produksi setelah pada 2008 menjadi operator di wilayah tersebut.

“Keseluruhan sumur yang terdata itu ada sekitar 1.600-an sumur tetapi yang produksi hanya 70-an sumur. Sisanya itu yang akan kami reaktivasi lagi setelah dilakukan kajian,” ujarnya Asisten Manager Layanan Operasi Pertamina UBEP Sanga-Sanga dan Tarakan Lapangan Tarakan M. Ali Ridho, Selasa (18/12).

Dia menyebutkan hampir 60% dari sumur-sumur eksisting tersebut telah tergerus oleh urbanisasi sehingga susah terdata. Saat ini, produksi minyak dari lapangan Tarakan hanya 700 BOPD karena sebagian besar sumur mulai banyak memproduksi air.

Ali mengungkapkan hal lain yang turut menjadi penyebab minimnya produksi minyak di Lapangan Tarakan karena tipisnya kandungan minyak yang ada di kawasan tersebut. Akibatnya, minyak cepat habis ketika produksi dilakukan dan mulai diikuti oleh air dalam jumlah yang lebih besar. Dia menyebutkan adanya penurunan produksi secara konstan pada masing-masing sumur yang berkisar antara 20%-30% per tahun dari kondisi eksisting.

Sementara itu, PT Medco E&P Indonesia juga berencana mengebor 3 sumur lama di Tarakan untuk memacu produksi minyak dari daerah tersebut. Sumur-sumur tersebut merupakan sumur yang juga berasal dari peninggalan Belanda dan diperkirakan masih memiliki produksi yang layak secara ekonomis.

“Tiga sumur baru itu diharapkan bisa merealisasikan target produksi rata-rata tahun depan yang diperkirakan dipatok pada kisaran 1.900 BOPD,” ujar Agung Wibisono, Manager Operasi PT Medco E&P Indonesia Tarakan dann Sembakung Asset.

Rata-rata produksi tahun ini mencapai 2.600 BOPD tetapi dengan tren yang terus menurun. Tercatat produksi sumur minyak pada Desember hanya mencapai 1.900 BOPD. Untuk Blok Tarakan, Medco mengoperasikan 66 sumur yang 22 diantaranya aktif berproduksi untuk minyak bumi.

“Kalau tidak ada maintenance dan pembukaan sumur baru akan terus turun. Penambahan 3 sumur baru itu diharapkan bisa mendorong rata-rata produksi per tahun mencapai 1.900 BOPD,” tuturnya.

Sementara itu, Blok Tarakan juga menghasilkan gas alam kendati produksinya terus menurun hingga rata-rata saat ini hanya mencapai 1 MMBTU (million metric British Thermal Unit). Produksi gas tersebut disalurkan untuk mememnuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik di Tarakan.