Gakin Balikpapan Turun 15,5 Persen
16 December 2011
Balikpapan Beri Sanksi Dua Kontraktor
16 December 2011

Balikpapan Siapkan Rp 42 Miliar Untuk Gakin

pengemis-lamsiaBalikpapan -

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp42 miliar untuk program pencegahan dan pengentasan kemiskinan dalam RAPBD tahun 2012 yang rencananya diketok 26 Desember mendatang.

Data Pemkot Balikpapan menyebutkan jumlah keluarga miskin (gakin) di Kota Balikpapan sekitar 17.425 jiwa atau 6.022 kepala keluarga, dari jumlah penduduk Balikpapan yang mencapai 600 ribu jiwa.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk gakin dalam program kesehatan dan pendidikkan yakni jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dan biaya operasional sekolah daerah (Bosda).

 “2012 nanti jadi program inti, sebelumnya bosda dan jamkesda terpisah dari cluster pengendasan kemiskinan ,” Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, Jumat (16/12).

Program pengentasan kemiskinan tersebut kata Budi, masuk dalam program rencana pembangunan jangka menengan (RPJMD) 2011-2016. “Dari anggaran itu, yang terbesar untuk beasiswa gakin dan jamkesda,” terangnya.

Menurutnya, untuk program penanggulangan kemiskinan itu, sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dilibatkan. “Seperti memberikan pendidikan dan keterampilan kewirausahaan bagi siswa gakin,” ucapnya.  

Selain itu memberikan pemahaman hidup bersih dan sehat keluarga gakin. Kemudian program kemitraan dengan perusahaan dan memetakan perusahaan yang menerima tenaga kerja unskil atau berpendidikkan rendah.

“Supaya nantinya gakin yang dilatih Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) bisa mendapat kesempatan untuk bekerja di perusahaan, makanya dilakukan pemetaan perusahaan yang menerima tenaga kerja,” terangnya.

Agus Budi menjelaskan, untuk  pendidikan siswa gakin akan ditambah pendidikan keterampilan wirausaha yang  bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja. Program ini mulai 2012- 2016 mendatang..

Untuk program kemitraan Disnakersos dan perusahaan bagi gakin yang berpendidikkan rendah, yang telah dilatih akan difasiliatasi hingga bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Selama inikan setelah mendapat pelatihan dan keterampilan dari disnakersos, mereka dilepas. Nah mulai sekarang akan kita damping.untuk yang ini anggaran sekitar Rp400 juta,” imbuhnya.

Sedangkan untuk program Hidup bersih dan sehat (PHBS) akan dilakukan secara preventif dan promotif sehingga timbul pemahaman yang baik dari gakin soal hidup sehat.

“contoh soal sanitasi lingkungan, tidak merokok, tidak minum-minuman keras, termasuk bedah rumah. Itu semua terkait produk dari PHBS,” tandasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *