“Mulai 2012, akan ada penyesuaian nilai kontribusi sesuai dengan kesepakatan menjadi Rp25 juta,” kata Fauzi, Jumat (20/1).

Nilai kontribusi tersebut dihitung hanya berdasarkan dari kontribusi atas berdirinya Hotel Novotel. Karena PT. Grand Balikpapan juga akan menyelesaikan pembangunan Hotel Ibis, Fauzi mengatakan, nilai kontribusi tersebut juga akan disesuakan.

Dikatakan Fauzi, tambahan kontribusi sebesar Rp6 juta per bulan akibat berdirinya Hotel Ibis di atas lahan kerja sama tersebut. Sehingga total nilai kontribusi yang diberikan oleh Grand Balikpapan kepada Pemkot sebesar Rp21 juta dan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp27 juta pada tahun ini.

Selain dengan Grand Balikpapan, Pemkot juga Balikpapan juga memiliki kerja sama serupa dengan tiga perusahaan lain di Kota Balikpapan. Kendati demikian, Fauzi enggan merinci berapa nilai kontribsui yang diberikan oleh masing-masing perusahaan tersebut kepada Pemkot Balikpapan.

“Kami belum hitung berapa. Namun, yang pasti dibawah kontribusi PT. Grand Balikpapan,” terangnya.

Ia menambahkan, Pemkot Balikpapan juga mendapatkan perolehan pajak melalui BOT tersebut karena adanya pembangunan yang dilakukan oleh investor. Dia mencontohkan setoran pajak dari Grand Balikpapan mencapai Rp6 miliar per tahun.

Selain itu, aset tanah yang menjadi tempat berinvestasi akan kembali pada Pemkot Balikpapan setelah kerja sama tersebut selesai. Fauzi menuturkan aset tanah itu akan mengalami penaikan harga karena nilainya mengikuti harga tanah yang berada di pasaran.

Bangunan yang berdiri diatasnya, tambah Fauzi, akan turut dikuasai oleh Pemkot Balikpapan ketika kerja sama selesai. Nantinya, Pemkot hanya tinggal melakukan evaluasi atas kerja sama yang sudah dilakukan selama ini pada masing-masing perusahaan.

“Kalau masih bagus prospek bisnisnya, tentu akan dilanjutkan kembali,” tandasnya.