NewsBalikpapan –
Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) menutup seluruh fasilitas rehabilitasi orangutan di Kalimantan dari interaksi masyarakat. Penutupan fasilitas orangutan menyusul merebaknya virus corona di Indonesia.
“Kami sudah cukup lama mempertimbangkan penutupan fasilitas kami di Kalimantan,” kata Humas BOS Nico Hermanu, Selasa (17/2/2020).
BOS memiliki dua fasilitas rehabilitasi orangutan di Samboja Kalimantan Timur (Kaltim) dan Nyaru Menteng (Kalimantan Tengah). Dua pusat rehabilitasi menangani ratusan orangutan hasil sitaan dan temuan masyarakat.
“Kedua fasilitas ini terpaksa ditutup sementara. Evaluasinya nanti dilakukan sebulan kedepan,” papar Nico.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengumumkan pandemi virus COVID-19 bagi warga dunia. Pemerintah Indonesia pun mengakui sejumlah warganya positif mengidap virus corona.
Ratusan lainnya berstatus terduga masih menjalani proses isolasi medis.
Nico mengatakan, penutupasn fasilitas BOS merupakan bentuk antisipasi penyebaran virus. Saat ini memang belum terbukti penularan virus corona antara manusia pada primata kera besar.
“Potensinya merupakan kemungkinan yang sangat nyata yang harus kami antisipasi, terutama karena kita tidak mengetahui dampak COVID-19 terhadap orangutan,” paparnya.
NewsBalikpapan –