NewsBalikpapan –
Persiba Balikpapan mencoret Hendri Satriadi dari susunan pemain yang dikontrak pada kompetisi Liga Super Indonesia. PSSI memutuskan tim Bontang FC beserta seluruh pemainnya terlibat pengaturan skor pertandingan kompetisi Liga Primer Indonesia.
“Dia masuk dalam susunan pemain yang bertanding kala itu,” kata Manager Persiba, Faisal Husin, Kamis (2/1).
Faisal mengatakan otomatis pemain ini turut mendapatkan sanksi hukuman dari Komisi Disiplin PSSI.
Banding yang diajukan Bontang FC hingga kini belum ada kejelasan dari PSSI. Manajemen Persiba tidak ingin mengambil resiko dengan tetap mengontrak pemain yang lolos tahap seleksi tim ‘Beruang Madu’.
“Banding yang diajukan Bontang FC, eks klub-nya belum ada kepastian dari PSSI, jadi terpaksa kita lepas,” ujarnya.
Sehubungan itu, Persiba sudah menyiapkan sejumlah nama alternative pengganti di sector lini depan. Kabar teranyar klub ini akan merekrut beberapa pemain yang juga kualitasnya bagus.
Persiba hanya mengontrak eks pemain Bontang lainnya yaitu Abdurahman yang juga rekan Hendri Satriadi. Keberadaan pemain ini memang dibutuhkan untuk menambal lini belakang Persiba.
“Saat itu Abdurahman tidak masuk dalam line up dalam pertandingan lawan Lhoksemawe,” tukasnya.
Dua pemain ini memang terlihat mengikuti latihan bersama sejumlah pemain tim ‘Beruang Madu’ lainnya di Balikpapan. Mereka bahkan sudah dinyatakan lolos seleksi rekrutmen pemain yang dipimpin langsung pelatih Persiba, Jaya Hartono.
Abdurahman merupakan pemain yang menempati posisi bek kiri dan Hendri berposisi penyerang. Nasibnya kini menunggu kejelasan soal sanksi PSSI atas Bontang FC atas tuduhan pengaturan skor di kompetisi Liga Primer Indonesia.
Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi berat bagi Bontang FC dan PSLS Lhoksemawe karena dianggap terlibat dalam pengaturan skor babak play off Indonesia Premier League (IPL).
PSSI menjantuhkan sanksi degradasi dan denda Rp 100 juta bagi Bontang FC. Para pemain Bontang FC juga dihukum tidak boleh terlibat dalam sepakbola selama 24 bulan atau dua tahun.
