
NewsBalikpapan – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan di wilayah terpencil. Melalui teknologi SuperSUN, PLN berhasil menghadirkan listrik tenaga surya ke 29 sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).
SuperSUN merupakan sistem kelistrikan berbasis energi surya yang dilengkapi baterai penyimpanan. Teknologi ini memungkinkan pasokan listrik 24 jam di daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN, seperti daerah pedalaman yang hanya bisa diakses melalui jalur sungai atau berjalan kaki menembus hutan.
“Listrik adalah fondasi pemerataan pendidikan. SuperSUN memungkinkan anak-anak di wilayah terpencil belajar dengan nyaman dan mengakses teknologi pembelajaran,” ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimra, Maria G.I. Gunawan, Selasa (8/7/2025).
Senada dengan itu, Senior Manager Perencanaan PLN UID Kaltimra, Dony Noor Gustiarsyah, menambahkan bahwa penggunaan energi terbarukan seperti SuperSUN juga menjadi langkah strategis dalam mendorong transisi energi bersih di Kalimantan.
“Anak-anak di pelosok kini bisa belajar di malam hari dan menggunakan perangkat elektronik untuk mendukung pembelajaran mereka,” kata Dony.
Kehadiran listrik di sekolah-sekolah terpencil ini juga disambut antusias oleh para tenaga pendidik. Kepala TK Tading Mudip Long Nawang, Nerry Bid, menyampaikan apresiasinya atas bantuan PLN yang dinilai sangat bermanfaat bagi proses belajar mengajar.
“Anak-anak kini bisa belajar dengan pencahayaan yang memadai. Terima kasih PLN atas perhatiannya untuk kami di daerah terpencil,” ujar Nerry.
Hingga kini, PLN telah berhasil melistriki total 54 sekolah di Kaltim dan Kaltara melalui Program Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran. Program ini menjadi bagian dari langkah nyata PLN untuk membuka akses pendidikan yang lebih merata sekaligus mempercepat transisi energi bersih demi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
