
NewsSamarinda – Program makan bergizi gratis yang dianggarkan dalam Perpres No. 1 Tahun 2025 memicu perdebatan di Samarinda. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah anggaran tersebut lebih baik dialokasikan untuk sektor lain yang dianggap lebih mendesak, seperti pendidikan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, tetap optimis bahwa efisiensi anggaran di Kementerian dan Lembaga (K/L) tidak akan berdampak signifikan terhadap pembangunan kota. Namun, Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai bahwa anggaran pembangunan saat ini sudah terbatas, dan pemangkasan lebih lanjut justru akan semakin menghambat kemajuan kota.
