Kaltim Lockdown Akibat Corona
16 March 2020
Jembatan Pulau Balang Ganggu Transportasi Kapal
19 March 2020

Pusat Rehabilitasi Orangutan Ditutup Antisipasi Corona

NewsBalikpapan –

Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) menutup seluruh fasilitas rehabilitasi orangutan di Kalimantan dari interaksi masyarakat. Penutupan fasilitas orangutan menyusul merebaknya virus corona di Indonesia.

“Kami sudah cukup lama mempertimbangkan penutupan fasilitas kami di Kalimantan,” kata Humas BOS Nico Hermanu, Selasa (17/2/2020).

BOS memiliki dua fasilitas rehabilitasi orangutan di Samboja Kalimantan Timur (Kaltim) dan Nyaru Menteng (Kalimantan Tengah). Dua pusat rehabilitasi menangani ratusan orangutan hasil sitaan dan temuan masyarakat.

“Kedua fasilitas ini terpaksa ditutup sementara. Evaluasinya nanti dilakukan sebulan kedepan,” papar Nico.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengumumkan pandemi virus COVID-19 bagi warga dunia. Pemerintah Indonesia pun mengakui sejumlah warganya positif mengidap virus corona.

Ratusan lainnya berstatus terduga masih menjalani proses isolasi medis.

Nico mengatakan, penutupasn fasilitas BOS merupakan bentuk antisipasi penyebaran virus. Saat ini memang belum terbukti penularan virus corona antara manusia pada primata kera besar.

“Potensinya merupakan kemungkinan yang sangat nyata yang harus kami antisipasi, terutama karena kita tidak mengetahui dampak COVID-19 terhadap orangutan,” paparnya.

Fasilitas di Samboja dan Nyaru Menteng biasanya membuka kunjungan orangutan bagi masyarakat. Fasilitas di Samboja bahkan menawarkan jasa penginapan dan restoran bagi pengujung orangutan.

“Ada 20 kamar di Samboja ditawarkan pengunjung,” ungkap Nico.

Yayasan BOS masih memperbolehkan staf dan pengasuh berinteraksi dengan orangutan di Samboja dan Nyaru Menteng. Meskipun begitu, para staf diminta pro aktif melaporkan saat terindikasi terjangkit flu berikut penyakit lainnya.

“Kami juga tidak terlalu paranoid dalam menghadapi penyebaran virus corona ini,” ujar Nico.

Meskipun begitu, BOS rutin memeriksa kesehatan seluruh staf. Karyawan yang bekerja diwajibkan lebih sering mencuci tangan, menggunakan masker, dan sarung tangan.

“Karyawan diperiksa suhu tubuhnya dua kali sehari dan diberikan cuti begitu merasa demam. Semua karyawan akan diberikan dukungan yang dibutuhkan untuk bekerja dari rumah,” tutur Nico.

Yayasan ini memiliki area rehabiliasi orangutan di wilayah Kalimantan. Mereka memperkerjakan 400 karyawan serta mengelola tiga situs pelepasliaran orangutan.

Situs pelepasliaran dan penelitian terdapat di Hutan Lindung Bukit Batikap, Taman Nasional Bukit Baka, Hutan Kehje Sewen, dan Stasiun Penelitian Tuanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *