PPKM Darurat Balikpapan Tak Efektif, akan Ditingkatkan Pengawasan
14 July 2021
Balikpapan Berharap Obat Ivermectin untuk Pengobatan COVID-19
17 July 2021

Pengamat Unmul Kritik Lembeknya Penegakan PPKM Darurat

NewsBalikpapan – Pengamat kebijakan public Universitas Mulawarman mengkritik penegakkan hukum dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kalimantan Timur (Kaltim). Lemahnya penegakkan aturan ini yang membuat pandemic COVID-19 di Kaltim menembus angka 10.901 kasus selama bulan Juli.

“Penegakkan regulasi dan ketegasan aturan di lapangan aparat,” kata Dosen Pasca Sarjana Fakultas Hukum Sarosa Hamongpranoto (74), Rabu (14/7/2021).

Sarosa mengatakan, aparat di lapangan masih permisif dalam penegakkan hukum dalam PPKM darurat guna menekan penyebaran virus. Dalam praktik di lapangan, ia kerap mendapati mobilitas masyarakat mampu menembus area yang sebelumnya sudah dinyatakan tertutup.

Menurut Sarosa, aparat semestinya mampu mengombinasikan proses persuasive dengan pemaksaan penegakkan hukum di lapangan. Awalnya, aparat memang terus menerus mengimbau masyarakat mematuhi aturan sudah berlaku.

Puncaknya adalah pemaksaan aturan agar dipatuhi saat masyarakat terus membandel.

Lemahnya penegakkan hukum ini, lanjut Sarosa, menjadikan masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan diterapkan pemerintah. Secara psikologi, masyarakat pastinya akan mengabaikan peraturan di saat tidak sanksi tegas bagi mereka yang melanggar.

Fakta di lapangan, Sarosa mengaku sering mendapati warga di Kaltim yang tidak mengenakan masker penutup mulut dan hidung selama beraktivitas di luar. Mereka sepertinya tidak peduli terpapar virus pandemic COVID-19.

Sehubungan itu, Sarosa tidak merasa heran saat terjadi lonjakan luar biasa warga Kaltim yang terpapar virus selama bulan Juli. Lemahnya penegakkan hukum dibarengi rendahnya kesadaran masyarakat bersama-sama membendung penyebaran virus.

Sarosa meminta pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur masyarakat bersama-sama dalam penegakkan PPKM darurat di masyarakat. Masing-masing kota/kabupaten harus memanggil para ketua RT guna diajak bersama-sama memerangi COVID-19.

“Para RT ini yang selalu berinteraksi dengan warganya harus dilibatkan,” paparnya.

Sedangkan aparat lapangan melaksanakan ketentuan PPKM darurat dengan mengombinasikan upaya persuasive dengan upaya pemaksaan agar masyarakat lebih patuh.

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kaltim melaporkan kasus masyarakat terpapar menembus angka 10.900 atau meningkat 40 persen dibanding sehari lalu yang angkanya tercatat 8.015 kasus.

Berikut ini update perkembangan kasus pandemik di provinsi ini, Rabu, (14/7/2021).

Tren pandemic COVID-19 di Balikpapan masih tinggi di mana jumlah pasien COVID menjadi 3.737 kasus meningkat 24 persen dibanding sebelumnya  2.846 kasus.

Lonjakan cepat terjadi di Kutai Kartanegara dengan jumlah warga terpapar mencapai 1.701 kasus meningkat  42 persen dari sebelumnya 1.199 kasus.

Kondisi yang sama juga terjadi di Bontang dengan lonjakan tinggi pasien terpapar virus COVID-19 menjadi  1.564 kasus naik 18 persen dari sebelumnya 1.326 kasus.

Sedangkan Samarinda mengalami kenaikan tipis pasien terpapar virus COVID-19 menjadi  1.118 naik 6 persen dari sebelumnya 1.057 kasus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *