Arus Mudik Lebaran Tinggi, Kaltim Waspada Ledakan COVID-19
Arus Mudik Lebaran Tinggi, Kaltim Waspada Ledakan COVID-19
21 May 2021
Pasien COVID-19 Dipindah dari Embarkasi Haji ke Hotel
Pasien COVID-19 Dipindah dari Embarkasi Haji ke Hotel
25 May 2021

Pasca Lebaran Idul Fitri Muncul Klaster Anak di Balikpapan

Pasca Lebaran Idul Fitri Muncul Klaster Anak di Balikpapan

Pasca Lebaran Idul Fitri Muncul Klaster Anak di BalikpapanNewsBalikpapan – Pasca perayaan lebaran Idul Fitri muncul klaster anak di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Balikpapan mencatat tambahan belasan kasus terpapar virus anak-anak selama lebaran ini.

“Ada laporan tambahan klaster anak terpapar COVID-19,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Minggu (11/5/2021).

Rizal mengatakan, suasana Idul Fitri diduga menjadi penyebab anak-anak terpapar virus COVID-19.

Rizal menjelaskan, saat ini hasil negatif antigen pendatang pun belum bisa menjamin virus corona tak bakal menyebar di Balikpapan karena ada masa inkubasi yang harus dipantau. PPKM Mikro tingkat RT jadi sangat penting untuk memonitor mereka yang pulang mudik atau pendatang.

Saat ini Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan akan lebih fokus mengawasi pintu masuk jalur udara dan laut.

Pengawasan antara lain dengan melakukan tes antigen pendatang yang tak bisa menunjukkan hasil tes mereka. Namun status orang dalam pengawasan atau ODP dikenakan pada pendatang dan pemudik. Sehingga mereka dipantau satgas di tingkat RT.

Rizal menjelaskan, saat ini hasil negatif antigen pendatang pun belum bisa menjamin virus corona tak bakal menyebar di Balikpapan karena ada masa inkubasi yang harus dipantau. PPKM Mikro tingkat RT jadi sangat penting untuk memonitor mereka yang pulang mudik atau pendatang.

“Antara 7 sampai 14 hari. Kalau tidak ada reaksi apa-apa maka cukup aman. Kami belum dapat memastikan sekarang,” katanya.

Untuk kasus anak, Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty menambahkan, memang mulai menonjol. Beberapa terakhir ini selalu ada kasus baru yang terjadi pada anak-anak.

“Kasusnya 7, tambah 8, tambah 11, hari ini 5. Kami lihat kasus ini menonjol. Karena sebelum lebaran tidak ada, hanya satu sampai dua,” paparnya.

Kejadian penularan COVID-19 kepada anak-anak ini diduga terjadi di tingkat keluarga yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Di rumah banyak yang membuka masker karena merasa saudara atau anak sendiri,” sebutnya.

Kendati begitu menurutnya ini tidak berdampak pada rencana pembelajaran tatap muka (PTM), karena untuk pembelajaran tatap muka segala persiapan sudah dilakukan. Terutama protokol kesehatan.

“Masuk sekolah harus cuci tangan, duduk diatur, guru sudah divaksin. Jadi makan lebih disiplin di sekolah. Jadi intinya kedisiplinan. Kalau di rumah memang lebih kendor,” katanya.

Terkait penumpang dari luar daerah, terutama jalur laut, dijelaskannya, kebanyakan sebenarnya bukan tujuan ke Balikpapan. “Mereka tujuannya ke daerah lain hanya saja turunnya di Balikpapan. Ada yg kerja di perkebunan,” terangnya.

Sebelumnya Dinkes Balikpapan mengambil sampel rapid test antigen penumpang kapal sebanyak 15 orang dari target 50 orang. Padahal, penumpang yang ada mencapai 600 orang.

“Karena memang banyak yang tujuan luar Balikpapan. Banyak dari mereka juga sudah rapid antigen kan. Kan kami tidak dobel tesnya kalau sudah antigen,” bebernya.

Satgas COVID-19 Balikpapan melaporkan terdapat 283 pasien dibanding pekan sebelumnya 267 pasien terpapar virus. Sedangkan di Kaltim, kasus virus turun tipis menjadi 1.046 pasien dari pekan sebelum dilaporkan 1.066 pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *