Pasien COVID-19 Dipindah dari Embarkasi Haji ke Hotel
Pasien COVID-19 Dipindah dari Embarkasi Haji ke Hotel
25 May 2021
Vaksin Gotong Royong COVID-19 Atasi COVID-19
Vaksin Gotong Royong COVID-19 Atasi COVID-19
17 June 2021

Pandemi Melonjak, PNS Balikpapan Dilarang Pergi ke Luar Kota

Pandemi Melonjak, PNS Balikpapan Dilarang Pergi ke Luar Kota

Pandemi Melonjak, PNS Balikpapan Dilarang Pergi ke Luar KotaNewsBalikpapan – Aparatur sipil negara (ASN) di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) dilarang pergi ke luar selama dua pekan ke depan. Pandemi COVID-19 terus meningkat di Balikpapan pasca liburan lebaran beberapa minggu ini.

“Dalam dua pekan ini, ASN jika dalam kondisi yang tidak mendesak, kami larang untuk bepergian keluar kota, terutama Pulau Jawa yang kasus penderita COVID-19 sangat meningkat,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud disela-sela monitoring pelaksanaan PPKM Mikro, Rabu (16/6/2021).

Rahmad memonitor pelaksanaan PPKM Mikro Balikpapan ke sejumlah kelurahan sekaligus mengingatkan akan pentingnya protokol kesehatan selama pandemik ini. Kegiatan monitoring dilakukannya di Keluarahan Gunung Bahagia dan RT 31 Kelurahan Sungai Nangka Balikpapan Selatan.

Dalam monitor ini, Rahmad mendapati sebanyak 170 RT setempat berubah statusnya dari sebelumnya hijau menjadi kuning. Artinya dalam setiap setiap RT tersebut terdapat suspek terpapar virus COVID-19.

Dikatakannya, dengan melihat angka peningkatan penderita ini maka, Satgas Penanganan COVID-19 akan melakukan evaluasi apakah perlu kembali melakukan pengetatan di pintu masuk bandara dan pelabuhan laut.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan, Satgas Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan saat ini terus memotivasi terhadap RT-RT yang sampai saat ini masih belum membentuk Satgas Penanganan COVID-19 di tingkat RT.

“Data kami dari laporan para camat, saat ada sebanyak 105 RT Se Balikpapan yang masih belum terbentuk Satgas Penanganan COVID-19 di tingkat RT, ini menjadi perhatian kita,” ujarnya.

Zulkifli mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, para RT yang belum membentuk satgas ini pada umumnya warganya masih belum ada yang terpapar COVID-19. Dan jika ada yang terpapar hanya satu dua orang yang masih bisa ditangani dengan isolasi mandiri.

“Tapi meski demikian, kita tetap mengharapkan RT segera membentuk satgas, bahkan dalam pelaksanaannya Pemkot Balikpapan telah memberikan insentif bagi Satgas RT sebesar Rp700 ribu di tahap pertama dan di tahap kedua akan dinaikkan menjadi Rp1.200.000,” jelasnya.

Selain melaksanakan monitoring RT,  Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan juga kembali melanjutkan proses vaksinasi pada masyarakat.

“Hari ini, di BSCC Dome Balikpapan, kita memberikan vaksinasi dosis kedua bagi 800 orang guru, tenaga pengajar dan petugas layanan masyarakat,” ujar Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Andi mengatakan, data kasus COVID-19 di Balikpapan terdapat 41 kasus, 27 orang bergejala, 9 kasus perluasan tracing, 2 kasus riwayat perjalanan, 3 kasus OTG, 26 Kasus selesai isolasi dan 1 kasus meninggal dunia usia 41 tahun di RSUD Beriman.

“Klaster kasusnya, ada 6 ibu rumah tangga 3 anak, dan dalam minggu ini bermunculan dari klaster perusahaan khususnya dari pekerja konstruksi,” tutupnya.

Pandemi COVID-19 di Kaltim memang masih fluktuatif meskipun cenderung terjadi grafik peningkatan. Gubernur Kaltim Isran Noor meminta kota/kabupaten tegas dalam penerapan protokol kesehatan serta pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM skala mikro.

“Karena penanganan COVID-19 masih merupakan sesuatu yang penting bagi Pemprov Kaltim guna menekan penyebaran kasus positif,” ujarnya.

Beberapa bulan terakhir kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim sebenarnya cenderung melandai. Namun beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus positif, sehingga menyebabkan kasus aktif yang semula sempat berada di bawah seribu, menjadi kembali di atas seribu.

“Saya harap tim Satgas COVID-19 bisa lebih ketat dalam melakukan pengawasan kepada masyarakat,” sebutnya.

Dia menambahkan, kunci keberhasilan menekan penularan dan penyebaran COVID-19 adalah kerja sama dan koordinasi yang baik dari pihak-pihak terkait bersama masyarakat. Dengan demikian rantai penyebaran wabah ini bisa dipangkas. Tak hanya itu, dalam aktivitas harian juga taat dengan protokol kesehatan (prokes) 5M.

“Kita tidak mengetahui kapan berakhirnya wabah ini. Karena itu, mengenai aktivitas masyarakat, tak terkecuali pemerintahan harus menyesuaikan (penerapan prokes),” ujarnya.

Satgas COVID-19 Kaltim melaporkan pasien terkonfirmasi terpapar virus sebanyak 1.038 jiwa tersebar di kota/kabupaten. Jumlah pasien ini meningkat tipis dibanding pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.013 jiwa.

Hanya saja, Kota Balikpapan memang mengalami peningkatan jumlah pasien menjadi 416 dari sebelumnya tercatat sebanyak 353 pasien. Sehingga diartikan, dalam sepekan ini terjadi peningkatan 17,8 persen jumlah pasien terpapar virus COVID-19 di Balikpapan.

Pemprov Kaltim aktif menerapkan kebijakan PPKM skala mikro. Seluruh kota/kabupaten diminta aktif menerapkan protokol kesehatan hingga pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi seluruh kalangan.

Tujuh kota/kabupaten Kaltim masih berwarna merah, yakni Balikpapan, Samarinda, Kukar, Kutai Timur, Kutai Barat, Bontang, dan Berau. Hanya Penajam Paser Utara, Mahakam Ulu, dan Paser yang berwarna kuning hingga oranye.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *