Jalan Sinar Mas Urai Kemacetan Balikpapan
26 February 2020
Telkomsel Akan Bangun 23 Ribu BTS 4G Baru
9 March 2020

Kisah Enam Bocah Yatim Piatu Balikpapan

NewsBalikpapan –

Ali Mardani (10) tertawa lepas bersama empat adiknya. Para bocah ini bercanda ria menikmati menu sederhana nasi putih plus mie instan.

Tiada gurat kesedihan membekas di raut muka kelimanya. Padahal belum kering pusaran makam kedua orang tuanya dikebumikan.

“Mereka sejak kecil memang sudah terbiasa hidup jauh dari orang tua. Selama ini mereka tinggal bersama saya disini,” kata Wa Ode Rusdiana (48) di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (26/2/2020).

Ali Mardani berikut saudaranya merupakan yatim piatu. Orang tuanya baru saja meninggal hampir bersamaan tiga hari silam, Minggu (23/2/2020).

Siti Haryati meninggal sesaat melahirnya Safayanti Mardani. Naasnya, suaminya (Yaya Mardani) pun turut menghembuskan nafas terakhir menyusul kepergian istrinya sesaat mayatnya dimandikan.

“Suaminya sepertinya tidak tahan menahan kesedihan sehingga penyakit darah tingginya kumat. Istrinya meninggal pagi hari sedangkan suaminya pada siang hari,” ungkap Rusdiana yang merupakan orang tua Siti Haryati.

Kedua almarhum memang punya riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Dokter kandungan pun kerap mengingatkan Siti Haryati sedangan Yaya Mardani rutin meminum obat penurun tekanan darah.

 “Dokter sempat mengingatkannya untuk menurunkan tekanan darahnya. Kami memang tidak punya pantangan mengkonsumsi pelbagai jenis makanan,” papar Rusdiana.

Sehingga kini Rusdiana otomatis menjadi wali enam cucunya; Ali Mardani (10), Alika Akhira (8), Alifa Alfira (6), Aldo Lila (4), Dira Nawa (2), dan bayi merah Safayanti. Ibu rumah tangga ini sendirian membanting tulang menghidupi cucu berikut anak kandungnya.

“Saya masih punya tanggungan anak berumur 12 tahun.Sedangkan suami sudah tua dan mulai sakit sakitan akibat penyakit darah tinggi,” tuturnya.

Meskipun begitu, Rusdiana enggan menyerahkan cucunya dipelihara orang lain. Memang semenjak kisahnya viral di media sosial – puluhan orang berdatangan mengajukan diri mengadopsi cucunya.

“Sudah banyak yang menawarkan diri, bahkan Wali Kota Balikpapan bertanya bagaimana saya nantinya memelihara anak anak ini,” ujarnya.

Rusdiana merasa masih mampu berjuang semampunya menghidupi anak, cucu, dan bahkan suaminya, Mustofa (55). Pengemudi ojek pangkalan ini akibat sakitnya lebih banyak menghabiskan waktu di kamar.

“Sudah tidak bisa apa apa, komunikasi juga sudah susah,” ungkapnya.

Apalagi ada wasiat almarhum menitipkan pengasuhan anaknya pada Rusdiana.  Ia sepertinya sudah berfirasat buruk jelang kelahiran putri bungsunya.

“Berpesan apapun terjadi agar diasuh saya disini. Ini menjadi amal ibadah dan rejeki saya di masa mendatang,” kata Rusdiana.

Disamping pula ada janji Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi untuk membantu seluruh biaya pendidikan anak yatim piatu  ini di masa mendatang. Demikian pun puluhan dermawan Balikpapan lainnya silih berganti datang memberikan bantuan.

“Saya diminta wali kota untuk berkomunikasi terus dengan lurah setempat bila membutuhkan sesuatu. Warga juga terus berdatangan memberikan bantuan,” sebut Rusdiana.

Sementara ini, Ali Mardani dan Alika Akhira sudah bersekolah di SDN 006 Kelurahan Sepinggan Baru Balikpapan. Meskipun prestasi akademinya biasa, keduanya terkenal sebagai siswa yang riang.

“Normalnya sebagai anak anak yang lain dari sisi prilaku maupun prestasi akademis,” kata Guru SDN 006 Sepinggan Baru Imam Ma’aruf.

Guru SDN 006 Sepinggan baru turut berprihatin dengan kemalangan menimpa anak muridnya. Namun demikian, mereka pun meminta mereka agar tidak larut dalam kesedihan.

Apalagi para siswa sekolah dasar Balikpapan sudah dihadapkan ujian tengah semester  awal bulan Maret nanti. Sehubungan itu, Ali Mardani dan Alika Akhira diharapkan segera mempersiapkan materi ujian sekolah.

“Sebentar lagi ujian sekolah agar mereka mempersiapkan diri,” papar Imam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *