Balikpapan Tambah 22 Pasien Baru
15 December 2020
Insentif Tenaga Medis Balikpapan Masih Kurang
15 December 2020

IDI Kaltim Enggan Persoalkan Insentif Covid-19

NewsBalikpapan –

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur (Kaltim) enggan mempersoalkan polemik insentif tim medis selama pandemi Covid-19. Para petugas kesehatan sudah terikat sumpah secara profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Ada atau tidak insentif, kami tetap saja akan menjalankan tugas sebaik mungkin,” kata Ketua IDI Kaltim Nathaniel Tandirogang, Selasa (15/12/2020).

Nathaniel mengatakan, Kementerian Kesehatan menerbitkan surat keputusan pemberian dana insentif bagi tim medis selama pandemi Covid-19. Pemerintah provinsi diminta mengalokasikan anggaran dana insentif.

“Prinsipnya, kami diberi syukur, tidak diberi pun tidak masalah,” ujarnya.

IDI Kaltim sendiri belum pernah menerima keluhan secara langsung tentang pemberian dana insentif medis ini. Informasi beredar saat ini, pencairannya masuk dalam proses pemuktakhiran data di Pemprov Kaltim.

“Dananya belum cair, masih dalam pemuktakhiran data,” papar Nathaniel.

Sehubungan itu, Nathaniel meminta Provinsi Kaltim mengatur secara spesifik pemberian dana insentif agar merata dinikmati petugas medis. Petugas medis bertugas di rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), klinik kesehatan, dan klinik pribadi.

Petugas medis menjadi garda terdepan dalam melawan penyebaran pandemi Covid-19 di masyarakat. Kaltim masih dalam status waspada mengingat grafik pertumbuhan penderita virus masih fluktuatif.

“Masih dijaga agar pertumbuhan jumlah penyakitnya tidak naik terus. Akan berbahaya akibat jumlah tenaga medis tidak mencukupi lagi,” tegasnya.

Nathaniel meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan membendung penyebaran virus Covid-19. Menurutnya, kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi strategi paling manjur di masa-masa pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *