Bedol Deso Industri Media, Akibat Covid-19
Bedol Deso Industri Media, Akibat Covid-19
22 January 2021
Bagaimana Kelanjutan Ibu Kota Baru ?
Bagaimana Kelanjutan Ibu Kota Baru ?
11 February 2021

HUT Kota Balikpapan, Rizal Effendi Terisak Pamit Lengser

HUT Kota Balikpapan, Rizal Effendi Terisak Pamit Lengser

HUT Kota Balikpapan, Rizal Effendi Terisak Pamit LengserNewsBalikpapan –

Wali Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) Rizal Effendi larut suasana khidmat Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan ke 124. Selama pembacaan sambutan, suara mantan jurnalis ini terisak meminta izin lengser jabatan Wali Kota Balikpapan.

“Sidang Paripurna Balikpapan terakhir dihadiri saya sebagai wali kota. Ini adalah tahun terakhir saya memimpin Balikpapan,” katanya dengan suara bergetar, Senin (8/2/2021).

Masa jabatan Rizal Effendi sejatinya berakhir pada 29 Mei 2021 nanti. Bekas Pimpinan Redaksi Kaltim Pos ini sempat mengemban dua periode kepemimpinan di Balikpapan  di masa 2011 – 2016 dan 2016 – 2021.

“Bersama Wakil Wali Kota Heru Bambang dan Rahmad Mas’ud,” ungkapnya.

Sebelumnya, Rizal Effendi pun sempat menjadi Wakil Wali Kota Balikpapan mendampingi Imdaad Hamid di masa 2006 – 2011.

Selama proses rapat ini, Rizal menitipkan keberlangsungan nasib pembangunan Balikpapan pada kepala daerah baru. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan menetapkan pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari Aziz sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih periode 2021 – 2026.

“Semoga program pembangunan bisa diteruskan kepala daerah baru,” ujarnya.

Kepada penerusnya, Rizal menyoroti lesunya perekonomian ekonomi Balikpapan selama tahu 2020 terdampak pandemik Covid-19. Tercermin dari koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 1,8 hingga 2,3 persen dari target sebesar 5,3 hingga 5,7 persen.

“Pertumbuhan ekonomi terendah dialami Balikpapan selama ini,” paparnya.

Pertumbuhan ekonomi Balikpapan, menurut Rizal masih tertolong sejumlah proyek nasional masih berjalan; proyek pengembangan kilang minyak Pertamina Balikpapan dan ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Pemerintah pusat masih yakin merealisasikan dua proyek ini.

Pandemik Covid-19 pun memicu lonjakan angka pengangguran Balikpapan sebesar 9 persen tahun 2020. Tingkat pengangguran terbuka ini jauh melampaui catatan 2016 silam sebesar 6,7 persen.

Meskipun begitu, Rizal mengklaim cukup sukses mengawal pencapaian rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Hasil evaluasi pencapaian RPJMD Balikpapan ditetapkan sebesar 83,11 persen; misi sumber daya manusia (SDM), kota layak huni, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Hanya misi peningkatan SDM dan infrastruktur kota yang belum tercapai sesuai target,” ujarnya.

Sehubungan itu, Rizal menitipkan pelbagai persoalan pembangunan Balikpapan agar dilanjutkan kepala daerah terpilih. Sesuai evaluasi tem HUT Balikpapan sesuai kondisi pandemik Covid-19.

Tema HUT Balikpapan menjadi pemantaban kualitas SDM daerah dan pengelolaan kota berkelanjutan yang mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Pandemik Covid-19 masih menjadi momok menakutkan di Balikpapan. Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kaltim mencatat pasien positif terjangkit di Balikpapan sebanyak 1.724 jiwa atau nomor dua tertinggi bersama Kukar sebanyak 2.238 jiwa.

Total pasien terpapar virus di Kaltim sebanyak 8.378 jiwa. Sembilan kota/kabupaten Kaltim sudah berstatus merah pandemik Covid-19 terjadi di Kukar, Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Barat, Berau, Paser, dan PPU.

“Bulan Januari diluar dugaan Covid-19 di Balikpapan meningkat 5 kali lipat,” keluh Rizal.

Rizal menyebutkan, angka kematian pasien Covid-19 Balikpapan masih diatas rata-rata dialami nasional. Bulan Januari lalu, kematian pasien di Balikpapan sebanyak 44 jiwa dengan total keseluruhan selama pandemik sebanyak 399 jiwa.

Ketersediaan layanan medis di rumah sakit Balikpapan sudah mencapai maksimal. Jumlah pasien Covid-19 mencapai 90 persen hingga 100 persen dari ketersediaan ruang bangsal inap rumah sakit.

Sehubungan itu, Rizal sudah menetapkan status pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Balikpapan sejak pertengahan Januari lalu. Selain itu, Balikpapan juga menerapkan ketentuan Kaltim steril menjadi kebijakan pemerintah provinsi.

“Penetapan Kaltim steril dimana masyarakat diminta tetap dirumah selama hari Sabtu dan Minggu,” tegasnya.

Rizal mengharapkan masyarakat mendukung program pemerintah daerah dengan mematuhi protokol kesehatan melawan penyebaran virus Covid-19. Dengan selalu menjaga jarak, mencuci tangan, dan mempergunakan masker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *