Alasan Bunga Pinjaman Online Tinggi
23 November 2020
Kasus Covid Kaltim Masih Status Waspada
28 November 2020

Belajar Mengajar di Balikpapan Aktif Januari

NewsBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) berencana mengaktifkan proses belajar mengajar tatap muka bulan Januari. Otoritas pendidikan setempat akan memenuhi ketentuan proses belajar mengajar masa pandemi Covid-19.

“Akan dimulai semester genap tahun ajaran 2020 – 2021 pada Januari mendatang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Muhaimin, Rabu (25/11/2020).

Muhaimin mengatakan, Wali Kota Balikpapan sudah memberikan persetujuan belajar mengajar tatap muka bagi pelajar setempat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan persyaratan khusus harus dipenuhi masing masing daerah.

“Rencananya bisa dimulai tanggal 12 Januari 2021 nanti,” ungkapnya.

Proses belajar mengajar tatap muka harus memperoleh persetujuan pemerintah daerah, otoritas sekolah, dan komite sekolah selaku perwakilan wali murid. Pemerintah daerah pun diminta mensurvei keinginan orang tua tentang teknis pelaksaaan belajar mengajar di masa pandemi.

“Pemerintah daerah harus menfasilitasi bila orang tua masih mempertahankan belajar daring,” tutur Muhaimin.

Sedangkan bila orang tua ingin belajar mengajar langsung, lanjut Muhaimin, pemerintah daerah wajib memberikan dukungan sepenuhnya. Termasuk diantaranya penyediaan peralatan pendukung; thermogan, han sanitizer, dan tempat cuci tangan. Siswa yang belajar pun dibatasi hanya setengah dari kuantitas daya tampung sekolah.

“Sekolah nantinya akan mengatur teknis pembagian belajar mengajarnya,” ujarnya.

Jam belajar mengajar langsung siswa dibatasi; siswa SMP hanya 4 jam dan SD berkisar 2 – 3 jam. Praktek pelajaran olahraga dan kegiatan extrakulikuler ditiadakan.

“Menghindari kontak fisik antar siswa,” papar Muhaimin.

Selain itu, kantin sekolah dilarang berjualan selama belajar mengajar langsung ini. Seluruh siswa diminta membawa bekal dari rumah.

“Siswa tetap berada di kelas dan tidak ada jam istirahat,” tegas Muhaimin.

Di sisi lain, pemerintah daerah meminta guru menerapkan isolasi mandiri sepekan sebelum pelaksanaan belajar mengajar. Rapid tes nantinya diberikan bagi seluruh tenaga pengajar di Balikpapan.

Pemkot Balikpapan  menerbitkan edaran penegasan penerapan protokol kesehatan pandemi virus Covid-19. Pemerintah daerah akan berlaku tegas dalam membendung penyebaran virus di masyarakat.

“Pemkot Balikpapan menerbitkan dua surat edaran,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Rizal mengatakan, penerbitan surat edaran ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di masa covid 19. Pemerintah daerah diminta lebih aktif dalam penerapan aturan penanggulangan penyebaran virus.

Pemkot Balikpapan memerintahkan jajaran kecamatan dan kelurahan aktif melakukan pencegahan di wilayahnya masing – masing. Mereka diminta tegas membubarkan kerumunan massa yang berpotensi menjadi tempat penyebaran virus.

“Camat dan lurah akan dikenakan sanksi bila dianggap tidak mampu menerapkan aturan di wilayahnya,” tegas Rizal.

Selain itu, Rizal pun meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan dalam kaitan ketentuan kerumunan massa. Seluruh acara mengundang kerumunan massa harus memperoleh izin Satgas Covid-19 dan kepolisian setempat.

“Tidak ragu – ragu melakukan tindakan jika ada kegiatan yang melanggar protokol kesehatan,” tegasnya.

Tujuh kota/kabupaten di Kaltim berstatus merah pandemi virus Covid-19. Di kawasan ini dipastikan terdapat setidaknya 51 orang pasien positif masih menjalani perawatan.

“Kaltim terdapat tujuh kota/kabupaten berstatus merah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Setyo Budi Basuki.

Satgas Covid-19 Kaltim mencatatkan enam kota pusat pandemi virus; Samarinda, Kutai Timur (Kutim), Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, Balikpapan, dan Paser. Status Berau menyusul menjadi merah dimana dilaporkan terdapat 73 pasien positif sedang menjalani perawatan.

Kabupaten Kukar dilaporkan tertinggi jumlah pasien covid sebanyak 521 kasus disusul Samarinda (474), Kutim  (367), Balikpapan (325), dan terendah Paser (68). Totalnya terdapat 2.100 pasien Covid-19 masih menjalani perawatan di Kaltim.

Pandemi covid menyentuh angka 17.728 kasus pertengahan November ini. Samarinda, Balikpapan, dan Kukar menjadi sebaran virus.

Adapun Kutai Barat (Kubar) bertahan dengan status warna orange.

Sedangkan Penajam Paser Utara (PPU) dan Mahakam Ulu relatif lebih baik masing – masing berwarna kuning dan hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *