Kasus COVID-19 di Kaltim Tembus 2 Ribu Pasien
25 June 2021
Pasien COVID-19 di Kaltim Meroket Drastis
27 June 2021

Batasan Aktivitas di Balikpapan selama COVID-19 Meningkat

NewsBalikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) menerbitkan surat edaran pembatasan aktivitas di area umum dan wisata. Pembatasan kegiatan masyarakat diberlakukan maksimal pukul 21.00 Wita.

“Seluruh Forkopimda turun ke lapangan dan memberikan rasa aman, dan menjamin kesehatan warga Balikpapan,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Rahmad mengatakan, operasional warung, rumah makan, angkringan dan lainnya masih diperbolehkan buka seperti biasa. Namun memasuki waktu sudah ditentukan, kerumunan massa tidak boleh dilakukan.

Pengunjung diwajibkan membawa pulang pesanan makanannya.

Satgas COVID-19 Balikpapan akan rutin melaksanakan inspeksi ke sejumlah Kawasan yang rutin terjadi kerumunan massa. Petugas tidak segan membubarkan kerumunan massa berpotensi negative terhadap penyebaran pandemic COVID-19.

Apalagi hingga penyebaran COVID-19 di Balikpapan cukup mengkhawatirkan di mana enam kecamatan masuk zona oranye. Balikpapan Barat pun trennya negative menuju zona kuning.

Lebih lanjut, Rahmad meminta masyarakat Balikpapan Kembali mentaati penerapan protokol Kesehatan di masa pandemic. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam melawan penyebaran virus COVID-19.

“Karena jika hanya berharap dari pemerintah, upaya penanganan COVID ini tidak akan maksimal. Jadi kesadaran kita bersama sangat dibutuhkan untuk kembali menurunkan angka COVID-19 di Balikpapan,” ungkapnya.

Sementara itu, Satgas Balikpapan baru-baru ini menggelar rapid test antigen acak ke 12 orang. Mereka adalah pengunjung dan pemilik rumah makan di kawasan Pasar Segar (Pasgar).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty menambahkan, rapid antigen acak ini dilakukan sesuai dengan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

“Bahwa dapat dilakukan tes antigen acak jika ditemukan potensi kerumunan. Malam ini kami juga melakukan tes antigen acak kepada 12 orang ini,” ungkapnya.

Dalam tes antigen ini, Andi mendapati dua di antaranya menunjukkan hasil rapid antigen positif. Salah satunya menunjukkan garis tegas, dan satu lagi menunjukkan garis samar.

Satgas COVID-19 juga merilis angka kasus Balikpapan, 25 Juni 2021. Ada penambahan 144 kasus terkonfirmasi positif. Sebanyak 73 bergejala, sehingga dirawat di rumah sakit.

Kemudian 57 kasus adalah perluasan tracing. Ini adalah kegiatan pencarian penularan kasus yang dilakukan bersama, antara puskesmas, Satgas PPKM mikro, Babinsa dan Babinkamtibmas.

“Kami menemukan 57 perluasan kasus. Juga ada 4 kasus dari pelaku perjalanan. Ini ditemukan dari pemeriksaan antigen yang dilakukan sebelum warga berangkat,” sebutnya.

Pasien terpapar COVID-19 di Balikpapan masih tetap dibanding sehari sebelumnya di mana jumlah kasus mencapai 766 jiwa. Kasus di Balikpapan tertinggi angkanya dibanding kota/kabupaten lain di Kaltim yang totalnya sudah mencapai 2.005 jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *