Tes Antigen COVID-19 bagi Imam dan Khatib di Balikpapan Minim Peserta
12 May 2021
Tempat Wisata di Balikpapan Masih Tutup Pasca Lebaran Idul Fitri
18 May 2021

Balikpapan akan Awasi Arus Mudik Antisipasi COVID-19

NewsBalikpapan – Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) akan mengawasi pendatang dan arus mudik. Semua demi menekan penyebaran pandemic COVID-19 di Balikpapan.

“Kami sepakat akan kami perkuat satgas di PPKM Mikro tingkat RT. Kami minta benar-benar menjalankan tugasnya dikawal Satgas Kelurahan dan Kecamatan,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Senin (17/5/2021).

Rizal mengatakan, pemerintah memang melarang mudik lebaran pada perayaan Idul Fitri tahun 2021. Kenyataannya masih ada masyarakat yang tetap nekat.

Pemerintah daerah akan mengantisipasi kemungkinan timbulnya klaster arus mudik lebaran ini.

Ada dua sasaran. Pertama warga setempat yang terlanjur mudik. Kedua pendatang baru yang akan tinggal di Balikpapan karena itu, terutama di pelabuhan laut akan ada pintu khusus warga Balikpapan dan pendatang.

“Akan dilakukan rapid antigen. Kalau lolos di pelabuhan maka akan kan dicegat di PPKM Mikro. Jadi sebelum masuk rumah akan diminta. Kalau belum ada surat hasil antigen akan dirapid,” terangnya.

Jika nanti reaktif maka mereka tak boleh masuk rumah. Selanjutnya akan diisolasi menggunakan rumah isolasi RT atau di Embarkasi Haji.

Dilanjutkannya, untuk para pendatang ini akan berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Karena, meskipun sudah tes antigen dan negatif, bisa saja masih dalam masa inkubasi virus.

“Baru ketahuan sepekan atau dua pekan kan. Selama itu akan kami kenakan status ODP. Pemantauan akan kami serahkan ke PPKM Mikro,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, pada hari ini, Senin, 17 Mei ada penambahan 25 kasus positif baru. Rinciannya, 16 orang bergejala, yang mana empat di antaranya dari luar daerah. 

Dua kasus adalah perluasan tracing kontak, dua riwayat pelaku perjalanan luar daerah, dan dua orang tanpa gejala (OTG).

Selesai dirawat dan isolasi ada 31 kasus. Untuk kasus meninggal tidak ada. “Titik terendah kasus kita yakni saat hari raya, 13 Mei lalu. Angka keterisian tempat tidur perawatan COVID-19 juga turun,” sebutnya.

Saat itu ada 43 unit tempat tidur terisi. Namun per hari ini ada kenaikan 29 pasien. Jadi ada 72 tempat tidur terisi. ICU terisi 12 di hari raya. Kini sudah bertambah 9 pasien. Jadi ada 21 yang dirawat di ICU. 

“Kasus menonjol masih Graha Indah. Walau 3 rumah sudah selesai isolasi. Tapi masih ada 5 rumah. Jadi masih zona oranye. Lalu ada juga klaster dari kru kapal dari pengangkut CPO,” bebernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *