Ribuan Guru Balikpapan Divaksin Jelang Belajar Langsung
19 May 2021
Pasca Lebaran Idul Fitri Muncul Klaster Anak di Balikpapan
23 May 2021

Arus Mudik Lebaran Tinggi, Kaltim Waspada Ledakan COVID-19

NewsBalikpapan – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kalimantan Timur (Kaltim) memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 31 Mei 2021. PPKM Mikro disesuaikan dengan kondisi pandemik COVID-19 Kaltim yang menyisakan 1.066 pasien positif terpapar di 10 kota/kabupaten.

“Gubernur Kaltim memperpanjang PPKM Mikro untuk yang kelima kali,” kata Sekretaris Satgas COVID-19 Kaltim Yudha Pranoto, Jumat (21/5/2021).

Kaltim melaksanakan PPKM Mikro sudah dua bulan ini sejak pandemic COVID-19 melonjak drastic dari biasanya. Terdapat tiga kota besar menjadi pusat penyebaran virus yakni Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Terhitung dua bulan lebih sejak kebijakan ini pertama kali diterapkan dua bulan lalu. Selalu diperpanjang Gubernur Isran mengingat perkembangan kasus virus corona di Kaltim belum juga tuntas. Kini akumulasi positif COVID-19 sudah mencapai 70.504 kasus.

Pemprov Kaltim sudah menerbitkan Instruksi Gubernur tentang perpanjangan pemberlakukan PPKM Mikro pada 17 Mei 2021 lalu. Instruksi gubernur ini mewajibkan masyarakat mentaati protokol Kesehatan COVID-19 seperti rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, penggunaan masker, mengurangi mobilitas, hingga menjaga jarak.

Di sisi lain, pemerintah kota/kabupaten pun diminta rutin menerapkan Razia dalam mendorong masyarakat agar patuh menjalankan protokol Kesehatan. Seluruh daerah aktif mendorong kepatuhan menjalankan protokol Kesehatan guna melawan penyebaran pandemic COVID-19.

“Jadi kita memang tak boleh kendor dalam menerapkan prokes saat beraktivitas. Terlebih saat berada di luar rumah,” tegasnya.

Terhitung dua bulan lebih sejak kebijakan ini pertama kali diterapkan dua bulan lalu. Selalu diperpanjang Gubernur Isran mengingat perkembangan kasus virus corona di Kaltim belum juga tuntas. Kini akumulasi positif COVID-19 sudah mencapai 70.504 kasus.

Satgas COVID-19 Kaltim melaporkan update pandemic terpapar virus sebanyak 1.066 kasus di mana Balikpapan dan Kutai Kartanegara jadi pusat episentrum. Pasien terpapar virus d Balikpapan sebanyak 267 orang dan Kukar 218 orang.

Jumlah pasien COVID-19 Kaltim turun 15,8 persen dibanding pekan lalu di mana jumlahnya sebanyak 1.266 orang.

Penurunan kasus COVID-19 terjadi di sebagian besar kota/kabupaten seperti laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kaltim. Tiga kota turun status menjadi warna oranye dan kuning di Paser, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu.

Dari 10 kota/kabupaten di Kaltim, sebanyak tujuh di antaranya masih berstatus masuk zona merah yakni Balikpapan, Kukar, Samarinda, Bontang, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau. Sedangkan dua lainnya masuk zona kuning yakni Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara sedangkan Paser berada di zona oranye.

Kota Balikpapan pun tidak tinggal diam membendung penyebaran virus COVID-19. Salah satunya dengan membatasi arus mudik di Bandara Sepinggan Balikpapan.

Pemkot Balikpapan dan otoritas bandara menggelar tes rapid antigen acak terhadap sejumlah penumpang pesawat. Dari 19 orang dipilih pengetesan dinyatakan negative terpapar virus COVID-19.

“Dari 19 orang yang dilakukan tes antigen acak bagi warga pendatang dan warga pulang mudik ke Balikpapan, Alhamdulillah hasilnya negatif,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang memantau langsung pelaksanaan tes.

Meskipun demikian, kata Rizal para penumpang pesawat ini tetap masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP). Setidaknya, mereka harus menjalani isolasi mandiri selama sepekan ke depan.

“Mereka yang datang ini tetap masuk dalam kelompok ODP, nanti kita minta Satgas PPKM Mikro di tingkat RT dan Kelurahan untuk melakukan pengawasan terhadap mereka,” ujarnya.

Apabila ada yang positif COVID-19 maka dapat dilakukan karantina mandiri atau bisa menjalani karantina di Embarkasi Haji. “Tapi jika bergejala, maka akan langsung kita rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” tegasnya.

Sementara itu, Bandara Sepinggan Balikpapan melaporkan telah melayani 40.628 penumpang pesawat sejak sepekan pasca lebaran Idul Fitri 2021 ini. Tercatat terjadi 352 pergerakan pesawat dengan rute tujuan dominan menuju Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Jumlah ini jauh meningkat dibanding lebaran tahun sebelumnya yang berkisar hanya 1.997 penumpang. Saat itu, Menteri Perhubungan menerapkan kebijakan penghentian sementara transportasi masa muidk tahun 2020.

“Ada penghentian sementara di periode 25 april sd 31 Mei 2020 sesuai dengan pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H,” kata Humas Bandara Sepinggan Balikpapan Retno.

Puncak arus balik lebaran penumpang pesawat Balikpapan mencapai 13.500 orang dengan kedatangan dan keberangkatan 50 pesawat. Jumlah penumpang ini jauh di bawah arus mudik di masa sebelum lebaran yang mencapai 20 ribu jiwa per hari.

Saat ini, Bandara Balikpapan melayani 7 ribu penumpang per hari dengan tujuan penerbangan ke Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *