
NewsSamarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menyiapkan langkah besar untuk menata ulang wajah Pasar Segiri. Revitalisasi pasar tradisional ini dirancang sebagai bagian dari penguatan sistem perdagangan yang lebih modern, dengan konsep zonasi dan pelayanan terpadu.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menyebut perencanaan proyek tersebut sebenarnya telah rampung. Namun, realisasinya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Konsepnya akan kita tata ulang. Nantinya ada pembagian zona yang jelas, seperti area sayur, ikan, daging, dan kebutuhan lainnya, sehingga lebih rapi dan memudahkan pengunjung,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, desain pasar tidak akan dibuat bertingkat tinggi. Bangunan direncanakan cukup dua lantai, namun tetap mampu menampung seluruh aktivitas perdagangan secara optimal. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, baik bagi pedagang maupun pembeli.
Tak hanya itu, Pemkot juga merancang Pasar Segiri agar dapat beroperasi selama 24 jam. Dengan konsep ini, masyarakat memiliki fleksibilitas lebih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Harapannya, Pasar Segiri menjadi pusat kebutuhan masyarakat. Pengunjung bisa langsung tahu ke mana harus mencari barang yang dibutuhkan,” jelasnya.
Meski demikian, rencana revitalisasi belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Keterbatasan fiskal daerah, termasuk dampak perubahan kebijakan transfer pusat ke daerah, menjadi salah satu kendala utama.
“Awalnya ditargetkan 2026, namun melihat kondisi keuangan, kemungkinan besar revitalisasi penuh baru bisa dilakukan pada 2027,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemkot juga masih fokus menangani dampak kebakaran yang sempat melanda kawasan pasar. Sekitar 140 kios terdampak saat ini tengah dalam proses penataan ulang, dari total sekitar dua ribu pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Penataan kios yang terdampak kebakaran terus kami lakukan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan,” tambahnya.
Menurut Marnabas, revitalisasi Pasar Segiri bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor perdagangan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kota.
“Ke depan, kami ingin pasar ini benar-benar menjadi pusat ekonomi masyarakat yang nyaman, tertata, dan terintegrasi,” pungkasnya.
