
NewsSamarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu keputusan resmi terkait besaran Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk tahun anggaran 2027.
Meski demikian, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan ketidakpastian nilai bantuan tersebut tidak akan menghambat pelaksanaan program-program prioritas daerah.
Ia menegaskan, Pemkot telah menyiapkan perencanaan matang dengan mengandalkan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Fokus pembangunan tetap diarahkan pada sektor infrastruktur dan peningkatan layanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita tidak boleh bergantung sepenuhnya pada Bankeu. Program prioritas harus tetap berjalan sesuai jadwal karena kebutuhan masyarakat tidak bisa menunggu,” tegas Andi Harun.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda terus menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar usulan bantuan keuangan yang diajukan dapat terealisasi secara maksimal.
Andi Harun berharap sinergi antara pemerintah kota dan provinsi tetap terjaga demi mendukung keberlanjutan pembangunan di ibu kota provinsi tersebut.
Sembari menunggu kepastian Bankeu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diinstruksikan untuk melakukan efisiensi anggaran.
Penggunaan anggaran akan difokuskan pada program yang bersifat mendesak dan produktif, guna memastikan roda pembangunan tetap berjalan di tengah kondisi fiskal yang dinamis.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga konsistensi arah pembangunan Samarinda sebagai “Kota Pusat Peradaban”, meski dihadapkan pada ketidakpastian dukungan anggaran dari pihak eksternal. ADV
