
NewsKukar – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA kembali menggandeng Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dalam kegiatan “Student Goes to Nature (SGTN) 2025”. Program edukatif ini melibatkan 200 pelajar tingkat SMP hingga SMA dari Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kalimantan Timur.
Para peserta mendapat kesempatan belajar langsung di kawasan konservasi orang utan milik BOSF, Samboja Lestari. Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar Bakti Lingkungan Bakti BCA, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga alam dan satwa liar.
“BCA percaya kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Melalui Student Goes to Nature, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab generasi muda terhadap kelestarian hutan dan satwa dengan cara yang menyenangkan serta mudah dipahami,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.
SGTN 2025 dirancang dalam lima pos tematik: Pos Makaka, Pos Keruing, Pos Durian, Pos Orangutan, dan Pos Beruang Madu. Di tiap pos, siswa terlibat langsung dalam aktivitas seperti penanaman pohon, edukasi pengolahan sampah, demonstrasi filter air, serta pengenalan konservasi satwa endemik Kalimantan.
Menariknya, program ini juga dibekali edukasi literasi keuangan sebagai bekal masa depan peserta agar lebih siap menghadapi tantangan secara berkelanjutan.
Sejak 2012, BCA dan BOSF telah berkolaborasi dalam berbagai inisiatif konservasi, antara lain:
Melepasliarkan 54 orang utan ke habitat alaminya.
Merehabilitasi 57 orang utan.
Menanam 9.000 pohon di area konservasi BOSF.
Mengedukasi 4.484 pelajar tentang pelestarian orang utan.
Meningkatkan kesadaran publik lewat 2.060 kartu Flazz edisi khusus dan kampanye konservasi digital pada peringatan Hari Orang utan sebanyak 7 kali.
Merenovasi 4 pulau pra-pelepasliaran dan Sekolah Hutan.
Langkah ini menegaskan komitmen BCA dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan mengajak generasi muda ikut berperan aktif menjaga warisan alam Indonesia.
