PLN Hadirkan Listrik ke 54 Sekolah Terpencil di Kaltim dan Kaltara

PT PLN (Persero) terus menyalakan semangat pendidikan di wilayah pelosok Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Foto PLN

NewsSamarinda – PT PLN (Persero) terus menyalakan semangat pendidikan di wilayah pelosok Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Melalui program Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimra berhasil menghadirkan listrik di 54 sekolah yang sebelumnya belum teraliri listrik akibat keterbatasan akses dan medan yang berat.

General Manager PLN UID Kaltimra, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa listrik bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan harapan.

“PLN memahami bahwa medan yang sulit tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih pendidikan yang layak. Melalui kehadiran listrik, kami ingin memastikan mereka tetap bisa belajar dengan nyaman dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ujar Maria, Selasa (8/7/2025).

Dari 54 sekolah yang berhasil dialiri listrik, sebanyak 29 sekolah menggunakan sistem SuperSUN—pembangkit listrik tenaga surya yang ramah lingkungan dan dirancang khusus untuk daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan PLN.

“Lokasi sekolah-sekolah ini sangat sulit dijangkau, sebagian hanya bisa diakses melalui sungai, jalan berbatu, atau bahkan berjalan kaki menembus hutan. SuperSUN menjadi solusi agar anak-anak di sana tetap merasakan terang dan tidak tertinggal dalam pendidikan,” jelas Senior Manager Perencanaan PLN UID Kaltimra, Dony Noor Gustiarsyah.

Selain mendukung pendidikan, penggunaan SuperSUN juga merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendorong transisi energi bersih. Sistem ini memanfaatkan potensi sinar matahari Kalimantan untuk menyediakan listrik yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Kepala Desa Sungai Tubu, Rollan, mengungkapkan rasa syukur atas masuknya listrik ke SD 005 Sungai Tubu—sesuatu yang telah dinanti warganya selama puluhan tahun.

“Lokasi kami sangat terpencil. Kami tidak pernah membayangkan akan mendapatkan bantuan listrik ini. Terima kasih kepada pemerintah dan PLN,” ucap Rollan.

Sementara itu, Kepala TK Kasih Bunda di Desa Tepian Terap, Herniawati, juga mengapresiasi kehadiran SuperSUN yang memungkinkan proses belajar mengajar berbasis digital.

“Sebelumnya, kami kesulitan mengakses teknologi pembelajaran. Dengan adanya listrik dari PLN, kami ingin memasang Starlink agar siswa dapat mengakses pembelajaran digital dan memperluas wawasan mereka,” tuturnya.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk rakyat—menghadirkan listrik ke pelosok negeri demi masa depan pendidikan yang lebih setara dan berkelanjutan.

Bagikan Berita

WhatsApp
X
Facebook
Print
Telegram

Berita Terkait

Tulis Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *