
NewsBalikpapan - Timnas Indonesia menutup babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan kekalahan telak 6-0 dari Jepang di Panasonic Stadium, Suita, Osaka, Selasa (10/6). Kekalahan ini menegaskan perbedaan kelas antara keduanya dan menjadi sinyal penting bagi Timnas Indonesia untuk evaluasi mendalam.
Jepang langsung mendominasi dari awal:15′ & 45+6′: Daichi Kamada mencatatkan brace dengan gol sundulan dan solorun.19′: Takefusa Kubo menambah keunggulan dengan gol indah dan satu assist.55′: Ryoya Morishita menambah asupan bagi gawang Indonesia.58′: Shuto Machino memperlebar selisih.80′: Mao Hosoya menyudahi pesta gol Jepang. Indonesia tercatat nihil tembakan ke gawang, sementara Jepang melancarkan 22 tembakan dengan 10 tepat sasaran. Statistik Mencolok
| Statistik | Jepang | Indonesia |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 70,9 % | 29,1 % |
| Total Tembakan | 22 | 0 |
| Tembakan ke Sasaran | 10 | 0 |
| Umpan Total (akurasi) | 645 (90,4 %) | 267 (75,7 %) |
| Sapuan | 9 | 38 |
Indonesia mencatat nol tembakan ke gawang, menegaskan dominasi Jepang. Analisis: 4 Masalah Utama Garuda Para pengamat mengidentifikasi sejumlah kelemahan dalam permainan Indonesia: Gagal Hadapi Pressing Ketat
Tekanan Jepang sejak awal membungkam build-up Indonesia, memaksa hilangnya bola di daerah berbahaya.
Lemah dari Segi Fisik
Duel-duel jarak dekat dijatuhkan Jepang dengan mudah, menunjukkan kurangnya stamina dan kekuatan fisik pemain Indonesia.Serangan Monoton dan Mudah Diantisipasi
Terlalu bergantung pada satu titik serangan – Ole Romeny – membuat strategi sulit berubah dan terbaca.Konsentrasi Mudah Buyar
Indonesia kebobolan dua gol dalam dua momen pendek (menit 15–19 dan menit 55–58), menunjukkan rapuhnya fokus tim.
Reaksi Pelatih Kluivert dan Tim Pelatih Patrick Kluivert menyatakan kekalahan ini adalah "kejutan" yang tidak diharapkan sebesar skor 6-0, tetapi ia melihatnya sebagai momen penting untuk belajar. “Tim Jepang memang hebat. Kami sangat kecewa, namun ini momen pembelajaran penting,” ujar Kluivert. Pandangan ke Depan Meski kalah telak, Indonesia tetap lolos ke ronde keempat kualifikasi zona Asia (via repesca). Namun, pertemuan ini membuka PR besar:
Perbaikan pola pressing dan strategi build-upPenguatan fisik dan mental untuk duel intensDiversifikasi strategi menyerangMelatih fokus tim dalam situasi krisis
Kekalahan 6-0 dari Jepang menandai “peringatan keras” bagi Timnas Indonesia—sekilas refleksi gap kualitas antar tim. Meski lulus ke ronde selanjutnya, perjalanan ke depan membutuhkan persiapan matang, reformasi taktik, penguatan fisik, serta mental baja agar siap menghadapi tantangan di panggung global.
