Kapolri Pimpin Peletakan Batu Pertama Pembangunan Aspol di Polresta Samarinda

Ilustrasi peletakan pertama pembangunan Asrama Polisi di Samarinda, Sabtu (17/5/2025). Istimewa

NewsSamarinda – Pembangunan Asrama Polisi (Aspol) Gelatik Polresta Samarinda resmi dimulai dengan seremoni peletakan batu pertama pada Sabtu (17/5/2025), pukul 10.15 Wita, di Jalan Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.

Peletakan batu pertama ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, didampingi Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha, Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Pol Indar Priantoro, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wali Kota Samarinda Andi Harun, serta jajaran pejabat Forkopimda Kaltim.

“Pembangunan ini merupakan langkah strategis, tidak hanya sebagai tempat tinggal layak bagi anggota Polri, tetapi juga bentuk peningkatan kualitas hidup keluarga besar Polri yang bertugas di Samarinda,” ujar Sigit dalam sambutannya.

Ia menambahkan, hadirnya asrama ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui institusi Polri dalam menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat secara langsung. “Dengan rumah dinas yang memadai, kami berharap anggota Polri dapat bekerja lebih baik, lebih dekat dengan masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan stabilitas di Samarinda,” tambahnya.

Kapolresta Samarinda Komisaris Besar Pol Hendri Umar menjelaskan bahwa pembangunan dimulai sejak hari peletakan batu pertama. Pembangunan ini ditargetkan rampung dalam 7 hingga 8 bulan ke depan, atau akhir 2025.

“Akan dibangun sekitar 100 unit hunian. Rumah susun empat lantai diperuntukkan bagi anggota bujang, sedangkan rumah tapak akan disesuaikan untuk perwira dan bintara yang telah berkeluarga,” jelasnya.

Rincian fasilitas mencakup 15 unit rumah tapak tipe 90 untuk perwira, 31 unit tipe 75 untuk bintara, serta satu unit rumah susun dengan 30 kamar. Tak hanya itu, akan dibangun pula masjid berkapasitas 85 orang, aula serbaguna untuk 96 orang, ruang terbuka hijau, dan jogging track.

Proyek pembangunan ini berdiri di atas lahan seluas 1,46 hektare hibah dari Pemerintah Kota Samarinda, dengan total anggaran sekitar Rp54 miliar dan dikerjakan oleh PT Jaya Kedhaton. Dalam kegiatan ini, Kapolri juga melepas distribusi 2.000 paket sembako serta bantuan pembangunan tujuh sumur bor untuk masyarakat yang membutuhkan akses air bersih di Balikpapan.

Bantuan ini menyasar rumah ibadah, sekolah, pondok pesantren, dan pemukiman warga. Selain itu, Bhakti Sosial juga menyentuh korban bencana alam. Bantuan disalurkan kepada warga terdampak banjir dan longsor, termasuk keluarga korban tanah longsor di Kelurahan Lempake.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan,” tutup Hendri.

Bagikan Berita

WhatsApp
X
Facebook
Print
Telegram

Berita Terkait

Tulis Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *