Jejak Dingin Kematian Berdarah di Crowners Pub

Ilustrasi peristiwa penembakan pengusaha muda di Samarinda Kalimantan Timur, Minggu 4 Mei 2025. Ilustrasi istimewa
NewsSamarinda - Jalanan mulai lengang di Jalan Imam Bonjol Samarinda pada Minggu 4 Mei 2025.  Lampu-lampu neon masih menyala di fasad bangunan, mengiringi langkah para pengunjung yang pulang satu per satu. Di antara mereka, seorang pria berusia 34 tahun yang belakangan diketahui berinisial D, tampak tengah menunggu kendaraan di depan Crowners Pub bersama istrinya. Namun momen itu tak berlangsung lama. Empat letusan senjata api menyalak dan memecahkan kebekuan malam. 
Tubuh D ambruk tanpa daya dengan bersimbah darah.

Kepanikan pun pecah. Pelaku, yang mengenakan jaket dan helm serba hitam serta mengendarai motor matik berkapasitas besar, sempat menembakkan satu peluru ke udara sebelum kabur. Aksi koboi itu terekam jelas di ingatan warga sekitar. “Dia mondar-mandir sebelumnya. Wajahnya tertutup helm hitam. Gak kelihatan bawa senjata, tapi gerak-geriknya mencurigakan,” kata seorang saksi mata yang berada di toko dekat lokasi kejadian.

Korban dilarikan ke RS Dirgahayu namun nyawanya tak tertolong. Autopsi di RSUD AW Syahranie mengungkapkan empat luka tembak—dua di dada, satu di perut, dan satu di punggung. Polisi segera menyisir area dan memeriksa saksi-saksi.
Kurang dari 24 jam kemudian, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mengumumkan penangkapan sembilan orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Pengungkapan kilat ini mengindikasikan bahwa insiden itu bukan peristiwa acak, melainkan hasil perencanaan matang. 
“Ini pembunuhan berencana. Para pelaku punya peran yang sangat spesifik,” kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dalam keterangan resminya, Senin (5/5/2025).

Infografis penembakan sadis pengusaha muda di Samarinda Kalimantan Timur, Minggu (4/5/2025). Infografis istimewa
Dua nama mencuat: FA sebagai koordinator lapangan dan UJ sebagai eksekutor utama. Tujuh lainnya—LA, UL, SU, SA, AR, DA, dan N—berperan sebagai pengintai, penyedia kendaraan, serta logistik aksi. Penyelidikan awal menemukan bahwa rencana penembakan sudah disusun jauh hari sebelum eksekusi dilakukan.

Dari penggerebekan, polisi menyita senjata api laras pendek, lima selongsong peluru, dua proyektil, sejumlah amunisi aktif, dan kunci motor yang digunakan pelaku. Senjata tersebut kini diperiksa di Laboratorium Forensik untuk melacak asal-usul serta kemungkinan keterlibatan dalam kasus kriminal lain.

Motif awal mengarah pada dendam pribadi. Namun polisi tak menutup kemungkinan lain. “Kami mendalami keterkaitan dengan konflik wilayah atau utang dalam jaringan narkotika. Beberapa pelaku diketahui pernah tersangkut kasus narkoba,” ujar Endar.
Crowners Pub, tempat kejadian perkara, kini menyimpan sisa ketegangan yang tak mudah dihapus. Warga dan pengunjung tetap waspada, meski aktivitas perlahan kembali normal. Sementara itu, penyidik terus menggali hubungan antara korban dan para tersangka. Beberapa rekaman CCTV disita, sejumlah saksi tambahan diperiksa.

Polisi juga tengah memburu satu pelaku yang diyakini berperan penting dan melarikan diri. Identitasnya masih gelap. Namun tekanan publik dan perhatian tinggi dari Polresta Samarinda membuat penyidikan bergerak cepat. “Kami serius menangani kasus ini. Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan bersenjata di kota ini,” tegas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar.

Penyidikan kini mengarah pada dua lapisan persoalan: satu yang kasat mata-aksi kekerasan terang-terangan di ruang publik; satu lagi-potensi jaringan gelap yang lebih besar di balik pistol dan dendam. Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana siap menjerat para tersangka, dengan ancaman hukuman maksimal mati atau penjara seumur hidup.

Namun seperti umumnya kasus kekerasan terorganisir, pertanyaan yang lebih dalam mulai menggantung di udara Samarinda: Benarkah dendam pribadi jadi motif utama? Atau ada peta konflik bawah tanah yang lebih luas di balik peluru-peluru itu?

Waktu akan menjawab, tapi satu hal sudah pasti: Jalan Imam Bonjol tak akan pernah sama lagi.

Bagikan Berita

WhatsApp
X
Facebook
Print
Telegram

Berita Terkait

Tulis Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *