Ilustrasi film kontroversi yang pernah diproduksi di dunia. Istimewa
NewsBalikpapan - Beberapa film klasik enggak cuma dikenang karena kualitas sinematiknya, tapi juga karena kontroversi gila yang menyertainya. Di masanya, film-film ini langsung dicekal, dilarang tayang, bahkan jadi bahan perdebatan panas karena dianggap terlalu vulgar dan nggak bermoral. Yang paling sering jadi biang kerok? Adegan erotis yang dianggap lewat batas.
Bukan sekadar pamer seksualitas, film-film ini juga nekat menabrak norma sosial dan etika perfilman. Beberapa disutradarai oleh nama-nama legendaris seperti Stanley Kubrick sampai Bernardo Bertolucci—yang jelas sengaja bikin filmnya kontroversial demi menyampaikan pesan yang tajam. Siap-siap terkejut, berikut daftar film klasik yang dicekal karena adegan erotis paling gila dan kontroversial!
1. "A Clockwork Orange" (1971) - Kubrick Gak Main-Main
Diadaptasi dari novel Anthony Burgess, film ini mengangkat tema kekerasan dan kontrol sosial. Tokoh utamanya, Alex DeLarge (Malcolm McDowell), adalah remaja brutal yang hobi bikin onar bareng gengnya.
Gaya visualnya keren banget, tapi beberapa adegannya bikin banyak orang naik pitam—terutama adegan pemerkosaan dan pembunuhan. Salah satu yang paling kontroversial adalah adegan seks bertiga berdurasi 28 menit yang dipercepat jadi cuma beberapa detik. Serius, ini bukan film buat yang gampang kaget.
Saking kontroversialnya, Kubrick sendiri akhirnya menarik film ini dari bioskop di Inggris. Baru bisa ditayangin lagi hampir 30 tahun kemudian!
2. "Pink Flamingos" (1972) Film yang Bikin Mual, Tapi Ikonik
Disutradarai John Waters, Pink Flamingos dikenal sebagai film cult paling menjijikkan sepanjang masa. Tokoh utamanya, Divine, dengan bangga menyebut dirinya sebagai "orang paling menjijikkan di dunia", dan Waters seolah bilang, “Tantang diterima!”
Film ini menampilkan adegan ekstrem: incest, masturbasi, pemerkosaan, bahkan adegan makan kotoran anjing yang dilakukan beneran tanpa efek. Nggak heran film ini dicekal di banyak negara seperti Australia, Kanada, dan Norwegia. Bahkan sampai sekarang, masih dilarang tayang di beberapa wilayah, termasuk Hicksville, Long Island.
3. "Last Tango in Paris" (1972) - Adegan Mentega yang Bikin Dunia Marah
Marlon Brando berperan sebagai pria setengah baya yang punya hubungan seksual anonim dengan gadis muda bernama Jeanne. Nggak ada latar belakang, nggak ada nama—hubungan mereka hanya soal seks.
Film ini menuai pujian sekaligus hujatan. Yang paling bikin heboh? Adegan pemerkosaan menggunakan mentega sebagai pelumas. Belakangan diketahui, aktris Maria Schneider ternyata nggak diberi tahu sepenuhnya soal adegan itu—Bertolucci (sutradara) mengaku sengaja supaya reaksi aktingnya lebih natural. Tapi publik menilai itu manipulatif dan nggak etis.
Hasilnya? Film ini dicekal 14 tahun di Italia, dan Bertolucci kena sanksi hukum berat.
4. "Salò, or the 120 Days of Sodom" (1975) - Ketika Kekuasaan Jadi Teror
Disutradarai oleh Pier Paolo Pasolini, film ini diangkat dari karya sadis Marquis de Sade dan dipindah ke latar Italia zaman fasis. Ceritanya soal empat orang kaya yang menculik remaja dan menyiksa mereka selama 120 hari dengan cara paling brutal.
Adegan-adegannya? Makan kotoran, mutilasi, pemerkosaan... pokoknya disturbing banget. Film ini jadi simbol kritik sosial, tapi juga dicekal hampir di seluruh dunia karena terlalu ekstrem, bahkan di Italia sendiri. Banyak yang percaya film ini berkontribusi pada kematian tragis sang sutradara tak lama setelah rilis.
5. "Maîtresse" (1976) – BDSM Realistis yang Bikin Sensor Kewalahan
Film Prancis ini punya plot unik: pencuri yang jatuh cinta pada dominatrix. Diperankan Gérard Depardieu dan Bulle Ogier, hubungan mereka berubah jadi permainan BDSM penuh ketegangan emosional.
Film ini nggak cuma eksplisit, tapi juga terlalu realistis. Beberapa adegan fetish dilakukan sungguhan, bukan akting. BBFC (sensor film Inggris) sempat melarang keras penayangannya karena dinilai melampaui batas. Tapi akhirnya, film ini dirilis ulang dengan rating 18+ pada tahun 2003.
Melihat daftar film ini, kamu pasti sadar kalau batas antara seni dan moral memang nggak selalu jelas. Beberapa dianggap karya jenius yang mendobrak batas, sementara yang lain dicap eksploitasi murahan. Tapi satu hal pasti: film-film ini nggak akan pernah kamu lupakan setelah menontonnya.