
NewsSamarinda – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat dalam APBN 2025 menjadi tantangan bagi daerah, termasuk Kota Samarinda. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menilai bahwa meskipun dana transfer daerah mengalami pemangkasan, Pemkot harus tetap fokus pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami sangat prihatin dengan pengurangan anggaran ini. Seharusnya bukan dikurangi, tetapi justru ditambah, karena anggaran yang ada saat ini saja masih terbatas untuk menyelesaikan pembangunan di Samarinda,” ujar Samri dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
