
NewsSamarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membuka Focus Group Discussion (FGD) yang membahas penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana Kota Samarinda tahun 2025-2029. FGD ini diselenggarakan di Ruang Mangkupelas, Balaikota Samarinda, sebagai tindak lanjut dari amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Acara ini bertujuan untuk merumuskan strategi penanggulangan bencana yang efektif guna meminimalisir risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan.
Andi Harun menekankan pentingnya dokumen perencanaan ini. “Dokumen ini akan menjadi panduan bagi SKPD Kota Samarinda dan seluruh pihak terkait dalam penanggulangan bencana,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan kajian risiko bencana Kota Samarinda tahun 2022-2026, ada tiga bencana dengan risiko tinggi di kota ini, yaitu banjir, tanah longsor, dan kebakaran. “Ditambah dengan fenomena perubahan iklim, ketiga bencana ini menjadi pekerjaan rumah dan tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
